Beritaislam.com – Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Ada kalanya kita juga berada dalam situasi sulit, berat, merasa hancur dan terpuruk, berada di titik terendah, dan banyak permasalahan yang kian datang tanpa henti.
Ternyata, tekanan hidup yang seringkali kita anggap berat juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Setiap ujian dan cobaan Rasulullah SAW terdapat banyak hikmah yang bisa kita jadikan teladan dalam menjalani kehidupan.
Tekanan Hidup yang Dialami Rasulullah
Seringkali kita merasa lelah dan ingin menyerah dalam menjalani kehidupan ketika Allah SWT memberikan ujian. Lelah adalah hal yang wajar bagi setiap manusia karena dunia memang tempatnya untuk lelah.
Lelah mengejar ilmu dan belajar, lelah bekerja dan mencari nafkah, lelah karena banyak berekspetasi terhadap sesuatu, lelah karena overthinking, dan lelah karena hal-hal yang lainnya.
Berikut ini adalah tekanan hidup yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW yang dapat kita ambil hikmahnya dalam menjalani kehidupan sehari-hari:
1. Kehilangan Orang yang Disayang
Sejak lahir, Rasulullah SAW sudah memiliki cobaan hidup yang berat. Rasulullah SAW tidak diberikan kesempatan untuk melihat ayahnya dan Beliau juga besar tanpa ibunya. Sejak kecil, Rasulullah tidak pernah merasakan rasanya kasih sayang dari keluarganya.
Keluarga Rasulullah SAW bukan keluarga yang cemara bahkan Rasulullah dibesarkan dan diasuh oleh orang-orang yang berbeda seperti paman dan kakeknya.
Dari hal ini kita bisa belajar bahwa di dunia yang seluas ini kita sebenarnya tidak pernah sendiri mengalami permasalahan yang ada. Mungkin kita tidak pernah merasakan kasih sayang orang tua sejak lahir atau ditinggal keduanya, namun yakinlah diluar sana juga banyak merasakan hal yang sama namun kita tidak mengetahuinya.
Fakta lainnya, jauh sebelum kita lahir Rasulullah SAW telah merasa tekanan hidup tersebut. Apakah Rasulullah SAW kemudian menyerah? Tidak! Rasululllah justru bangkit dan banyak menyebarkan kebaikan kepada umat.
2. Diabaikan dan Disakiti
Ketika ingin berdakwah dan menyebarkan agama Islam di Thaif, Rasulullah SAW dan para sahabatnya berjalan sejauh 60 mil menuju kota tersebut. Bukannya mendapatkan sambutan dan perlakuan yang baik, justru Rasulullah SAW mendapatkan banyak serangan.
Beliau tertatih-tatih menahan rasa sakit dari serangan membabi buta dari masyarakat Thaif yang melempari Beliau dengan batu. Meskipun mendapat hinaan dan penganiyaan tetapi Rasulullah SAW tidak pernah membenci masyarakat Thaif.
Rasulullah SAW justru mendoakan masyarakat Thaif agar ada yang mengucapkan kalimat tauhid dan memeluk agama Islam meskipun hanya satu orang.
Dari hal ini kita bisa belajar bahwa, kita bukanlah orang yang sering dipandang rendah dan sebelah mata, dianggap remeh dan tidak mampu bahkan dari keluarga sendiri. Rasulullah SAW dicaci maki, dihina, bahkan sampai dimusuhi pamannya sendiri yaitu Abu Lahab.
Apa sikap dari Rasulullah SAW yang dapat kita teladani ketika diabaikan dan disakiti? Yaitu dengan bersabar dan mendoakan orang yang menyakiti tersebut agar mendapatkan ampunan dan hidayah dari Allah SWT.
3. Dikucilkan Orang yang Toxic
Rasulullah SAW, keluarganya, dan para sahabatnya pernah dalam tekanan hidup yang teramat dalam. Beliau pernah di titik harus memakan daun-daunan yang sudah kering untuk bertahan hidup karena dikucilkan oleh kaum Quraisy.
Kehidupan Beliau penuh dengan cobaan dan tekanan hidup yang sulit namun Beliau tetap bersabar dan selalu mendoakan yang terbaik untuk umatnya. Dari hal tersebut kita bisa belajar bahwa sabar itu tidak ada batasannya.
Bahkan disaat sedang dalam titik terendah sekalipun, kita harus bisa yakin dan percaya jika pertolongan Allah SWT itu begitu sangat dekat bagi hamba-Nya yang senantiasa bersabar dan bersyukur.
4. Difitnah Tanpa Alasan yang Jelas
Rasulullah SAW pernah mengalami tekanan hidup yang berat yaitu Beliau pernah difitnah tanpa alasan yang jelas seperti dituduh sebagai penyihir, pendusta, bahkan orang gila. Rasulullah SAW tidak ada habisnya difitnah dan dijadikan kambing hitam padahal tidak salah apa-apa.
Dalam menghadapi tekanan hidup tersebut, Rasulullah SAW tetap menjalaninya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Sehingga kita bisa meneladani sikap dari Rasulullah SAW tersebut.
Itulah tadi tekanan hidup yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW. Masalah hidup yang kita alami dan seringkali kita anggap berat, bukanlah apa-apa dibandingkan yang pernah Rasulullah SAW alami. Yakinlah bahwa pertolongan Allah SWT itu sangat dekat.
Baca Juga: Mencontoh Akhlak Nabi Muhammad SAW
Penulis: Suci Wulandari
