Beritaislam.com – Puasa seharusnya menjadi sarana menenangkan jiwa dan menundukkan hawa nafsu. Namun realitasnya, tidak sedikit orang yang justru tetap mudah marah meski sedang berpuasa.
Dalam Islam, amarah adalah bagian dari ujian batin yang harus dikelola dengan kesadaran spiritual. Karena itu, memahami cara mengelola emosi dalam Islam menjadi penting, terutama di bulan Ramadhan.
Cara Mengelola Emosi dalam Islam
Pertama, saat marah Rasulullah menganjurkan untuk merubahan posisi tubuh. Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ، وَإِلاَّ فَلْيَضْطَجِعْ
“Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud).
Hadis ini menunjukkan bahwa mengelola emosi dalam Islam seperti marah dapat diredam lewat fisik.
Kedua, membaca ta’awudz untuk meminta perlindungan Allah SWT dari bisikan-bisikan setan yang memancing kemarahan.
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚإِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Artinya: “Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200).
Ketiga, menunaikan salat sunnah menjadi sarana mengadu dan menenangkan diri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 45,
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥
Artinya: “Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk”.
Dengan melaksanakan salat, hati akan menjadi tenang dan emosi perlahan mereda.
Keempat, menghirup udara segar sambil tadabbur alam membantu hati kembali jernih.
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١٩٠
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190).
Kelima, memperbanyak istighfar menjadi kunci ketenangan batin seorang mukmin. Selain itu, istighfar juga memberikan banyak manfaat salah satunya membuat hati menjadi lebih dekat dengan Rabb.
Keenam, berdoa meminta pertolongan Allah adalah puncak cara mengelolah emosi dalam Islam.
Allah berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ٦٠
Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir: 60)
Puasa sejatinya mengajarkan bahwa emosi hanya bisa ditundukkan dengan kedekatan kepada-Nya. Jadi, itulah beberapa cara mengelola emosi dalam Islam, sehingga kita bisa maksimal dalam berpuasa tanpa kehilangan pahala karena emosi.
Baca Juga: Setan Dibelenggu Saat Ramadhan: Kenapa Kejahatan Masih Terjadi?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
