Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - pernikahan - Hukum Mahar dalam Islam dan Bagaimana Ketentuannya?

Hukum Islam

Hukum Mahar dalam Islam dan Bagaimana Ketentuannya?

Anisa Lutfia Yasmin
Last updated: 2025/01/11 at 2:08 PM
Anisa Lutfia Yasmin
Share
Hukum Mahar dalam Islam dan Bagaimana Ketentuannya?
SHARE

BERITAISLAM.COM – Dalam pernikahan, terdapat salah satu hal penting yang wajib ada yaitu mahar. Mahar atau biasa disebut dengan maskawin merupakan faktor yang penting ketika akad nikah. Mahar adalah salah satu bentuk penghormatan suami kepada istri sebagai bagian dari akad nikah yang sah. Lantas, apa sebenarnya hukum mahar dalam islam, dan bagaimana ketentuannya? Yuk, kita kupas lebih dalam!

Contents
Hukum Mahar dalam IslamKetentuan dalam Pemberian Mahar

Hukum Mahar dalam Islam

Hukum mahar dalam islam adalah wajib. Hal ini berdasarkan pada QS. An-Nisa ayat 4 : 

وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةًۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـــًٔا مَّرِيْۤـــًٔا 

Artinya : “Berikanlah mahar kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.”

Ayat ini menegaskan bahwa hukum mahar dalam islam adalah wajib, dan mahar adalah hak istri yang harus diberikan oleh suami. Bahkan, pemberian mahar menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari akad nikah. Tanpa mahar, akad pernikahan dianggap tidak sah.

Tujuan utama dari diwajibkannya hukum mahar di islam adalah sebagai salah satu bentuk kesungguhan atas niat seorang suami untuk menikahi istri, juga sebagai salah satu bentuk wujud bahwa wanita adalah makhluk yang wajib dihargai dan punya hak atas harta. 

Ketentuan dalam Pemberian Mahar

Dalam islam, hukum mahar adalah wajib, namun bukan berarti memberatkan bagi pihak suami. Maka dari itu, terdapat ketentuan dalam pemberian mahar agar tidak memberatkan salah satu pihak, diantaranya : 

  1. Bentuk Mahar Fleksibel

Mahar bisa berupa harta benda seperti uang, emas, perhiasan, atau bahkan sesuatu yang tidak berbentuk materi. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

“Carilah mahar, walaupun berupa cincin dari besi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa mahar bisa berupa sesuatu yang sederhana, selama kedua belah pihak setuju. Bahkan, mahar juga dapat berupa jasa, seperti mengajarkan ilmu agama atau membaca Al-Quran.

  1. Disesuaikan dengan Kemampuan Suami

Islam tidak membatasi jumlah atau nilai mahar. Namun, Rasulullah SAW menganjurkan agar mahar tidak terlalu tinggi sehingga tidak memberatkan calon suami. Beliau bersabda:

“Sebaik-baik mahar adalah yang paling mudah.” (HR. Abu Dawud)

Prinsip ini bertujuan agar pernikahan tetap mudah dilakukan tanpa adanya beban finansial yang besar.

  1. Mahar Harus Diserahkan dengan Ikhla

Pemberian mahar harus dilakukan secara ikhlas dan penuh kerelaan. Istri juga memiliki hak penuh atas mahar tersebut, baik untuk digunakan atau disimpan sesuai keinginannya.

  1. Boleh Ditunda atau Dicicil

Dalam beberapa kondisi, mahar boleh ditunda atau diberikan secara bertahap, asalkan ada kesepakatan antara suami dan istri. Hal ini memberikan kemudahan bagi calon suami yang belum mampu memberikan mahar secara langsung.

Dari penjelasan diatas, hukum mahar dalam islam adalah wajib, dan ketentuannya fleksibel serta tidak memberatkan. Mahar merupakan bagian penting dari akad nikah yang menunjukkan kesungguhan suami dalam membina rumah tangga. Islam memberikan kemudahan dalam bentuk, jumlah, dan cara pemberian mahar, sehingga setiap muslim dapat menjalankan pernikahan sesuai kemampuan mereka.

Baca Juga : Syarat Laki-Laki Menikah dalam Agama Islam 

TAGGED: pernikahan, hukum mahar dalam islam, mahar, syarat pernikahan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Apa Itu Husnuzan? Keutamaan Berprasangka Baik dalam Islam Apa Itu Husnuzan? Keutamaan Berprasangka Baik dalam Islam
Next Article 8 Cara Mendidik Anak Berdasarkan Ajaran Rasulullah SAW 8 Cara Mendidik Anak Berdasarkan Ajaran Rasulullah SAW

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!

5 Min Read
Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
Hukum Islam

Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?

3 Min Read
Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

4 Min Read
Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam
Hukum Islam

Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?