Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - tren s line - Fenomena Tren S Line dalam Media Sosial Menurut Pandangan Islam

Hukum IslamInfo Islami

Fenomena Tren S Line dalam Media Sosial Menurut Pandangan Islam

Suci Wulandari
Last updated: 2025/09/23 at 3:56 PM
Suci Wulandari
Share
Fenomena Tren S Line dalam Media Sosial Menurut Pandangan Islam
SHARE

Beritaislam.com – Ramai di media sosial terutama tiktok mengenai fenomena tren s line yang berasal dari drama korea. Fenomena ini memperlihatkan adanya garis merah di kepala seseorang yang mempresentasikan berapa kali seseorang itu melakukan hubungan seksual.

Contents
Hukum Mengikuti Tren S Line dalam IslamDampak Mengikuti Tren S Line1. Mematikan Hati2. Mendapatkan Kebinasaan3. Merusak Akal Sehat Manusia

Fenomena tren s line ini justru banyak mendorong para pengguna media sosial untuk mempertontonkan aib dirinya sendiri kepada khalayak ramai yang seharusnya bisa ditutupi dengan baik.

Bukan hanya menjadi sebuah tren di negara asalnya saja, tren ini juga meluas di Indonesia yang mayoritas warganya merupakan umat muslim. Padahal seharusnya fenomena tren ini tentu saja merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan.

Hukum Mengikuti Tren S Line dalam Islam

Islam merupakan agama yang indah dan senantiasa menjaga kehormatan tanpa membuka aib. Fenomena tren s line ini akan membentuk sebuah pandangan yang sangat membahayakan dimana aib melakukan kemaksiatan dibuka terang-terangan.

Dalam Islam, menjaga kehormatan merupakan bagian dari tujuan utama dari syariat Islam.

“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Islam sangat melarang keras untuk mengikuti tren s line yang tujuannya adalah mempermalukan diri sendiri. Oleh sebab itu, para pelaku dosa sebaiknya menutup rapat aib mereka dan harus disertai dengan perbuatan tobat kepada Allah SWT.

Abdul Hamid al-Syarwani menyebutkan bahwa:

وَيُسَنُّ لِلزَّانِي وَلِكُلِّ مَنْ ارْتَكَبَ مَعْصِيَةً ‌السَّتْرُ ‌عَلَى ‌نَفْسِهِ فَإِظْهَارُهَا لِيُحَدَّ أَوْ يُعَزَّرَ خِلَافُ الْمُسْتَحَبِّ وَأَمَّا التَّحَدُّثُ بِهَا تَفَكُّهًا فَحَرَامٌ قَطْعًا

Artinya: “Sunnah bagi pelaku zina atau pelaku dosa-dosa lainnya untuk menutup diri atau merahasiakannya. jika dia laporkan, dia akan divonis hukum had atau ta’zir, dan itu tidak sesuai sunnah. Terkait membicarakan dosa-dosa itu sekedar untuk bersenang-senang maka hukumnya haram mutlak.” 

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ

Artinya: “Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jika fenomena tren s line ini tetap diikuti, maka hukumnya tetaplah haram meskipun dengan alasan hanya untuk seru-seruan atau lucu-lucuan semata. Tren s line ini telah menunjukkan bahwa bagaimana budaya populer membawa nilai asing yang membahayakan.

Budaya ini telah membawa dampak negatif yang dimana mempertunjukkan aib mengenai hubungan seksual justru semakin dinormalisasikan dan dianggap lumrah. Bukan hanya sebagai tren biasa, tetapi justru bisa menyesatkan generasi muda beragama Islam.

Padahal Allah SWT selalu menutupi aib-aib hamba-hamba-Nya. Allah SWT selalu berusaha agar hamba-Nya tetap menjaga kehormatannya sehingga apabila aib tersebut Allah SWT buka, maka tidak akan ada manusia yang mau mendekati manusia lainnya.

Memiliki sifat pemalu merupakan bagian dari iman. Jika umat muslim memiliki rasa malu, maka ia tidak akan berbuat keburukan apalagi sampai mengumbar aib masa lalunya sendiri. 

Dari fenomena tren s line ini menunjukkan kepada kita sehingga membuat kita menyadari tentang betapa besarnya kebaikan Allah SWT yang telah menutup rapat-rapat seluruh aib hamba yang Allah sayangi.

Hilangnya rasa malu merupakan ciri-ciri seorang muhajir yaitu orang yang dengan bangganya mengumumkan aib-aib kemaksiatannya pada orang lain. Para pelaku muhajir merupakan orang yang tidak punya malu sehingga selalu memamerkan aibnya sendiri.

Dampak Mengikuti Tren S Line

Inilah dampak yang diakibatkan mengikuti tren s line di media sosial:

1. Mematikan Hati

Orang yang tidak ragu atau bahkan tidak malu mengumbar kemaksiatan secara terang-terangan lama-kelamaan hatinya bisa mati akan kebenaran dan hidayah pun akan semakin sulit untuk didapatkan.

2. Mendapatkan Kebinasaan

Orang yang selalu melakukan tindakan maksiat secara terang-terangan tanpa bertaubat akan binasa. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT:

“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182)

3. Merusak Akal Sehat Manusia

Perbuatan dosa akan merusak akal sehat seseorang tak terkecuali dosa maksiat. Jika seseorang berbuat dosa dan tidak menyesalinya, maka akalnya telah tertutup. Karena jika akalnya sehat, maka ia akan takut melakukan kemaksiatan.

Itulah tadi mengenai hukum mengikuti tren s line dan juga dampaknya bagi seseorang. Sebagai seorang muslim yang berakal dan memiliki iman, ada baiknya jika kita bisa menghindari untuk mengikuti tren-tren yang tidak jelas dan merugikan.

Baca Juga: Hukum KB dalam Islam, Boleh atau Tidak?

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: tren s line, fenomena s line, s line dalam islam
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article 5 Keutamaan Puasa Nazar: Ibadah Menepati Janji yang Terikat pada Allah 5 Keutamaan Puasa Nazar: Ibadah Menepati Janji yang Terikat pada Allah
Next Article Mengenal Kafarat Nazar, Inilah Pengertian dan Jenis Janji yang Harus Dibayar! Mengenal Kafarat Nazar, Inilah Pengertian dan Jenis Janji yang Harus Dibayar!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!

5 Min Read
Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
Hukum Islam

Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?

3 Min Read
Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?