Beritaislam.com – Ramai di media sosial terutama tiktok mengenai fenomena tren s line yang berasal dari drama korea. Fenomena ini memperlihatkan adanya garis merah di kepala seseorang yang mempresentasikan berapa kali seseorang itu melakukan hubungan seksual.
Fenomena tren s line ini justru banyak mendorong para pengguna media sosial untuk mempertontonkan aib dirinya sendiri kepada khalayak ramai yang seharusnya bisa ditutupi dengan baik.
Bukan hanya menjadi sebuah tren di negara asalnya saja, tren ini juga meluas di Indonesia yang mayoritas warganya merupakan umat muslim. Padahal seharusnya fenomena tren ini tentu saja merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan.
Hukum Mengikuti Tren S Line dalam Islam
Islam merupakan agama yang indah dan senantiasa menjaga kehormatan tanpa membuka aib. Fenomena tren s line ini akan membentuk sebuah pandangan yang sangat membahayakan dimana aib melakukan kemaksiatan dibuka terang-terangan.
Dalam Islam, menjaga kehormatan merupakan bagian dari tujuan utama dari syariat Islam.
“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Islam sangat melarang keras untuk mengikuti tren s line yang tujuannya adalah mempermalukan diri sendiri. Oleh sebab itu, para pelaku dosa sebaiknya menutup rapat aib mereka dan harus disertai dengan perbuatan tobat kepada Allah SWT.
Abdul Hamid al-Syarwani menyebutkan bahwa:
وَيُسَنُّ لِلزَّانِي وَلِكُلِّ مَنْ ارْتَكَبَ مَعْصِيَةً السَّتْرُ عَلَى نَفْسِهِ فَإِظْهَارُهَا لِيُحَدَّ أَوْ يُعَزَّرَ خِلَافُ الْمُسْتَحَبِّ وَأَمَّا التَّحَدُّثُ بِهَا تَفَكُّهًا فَحَرَامٌ قَطْعًا
Artinya: “Sunnah bagi pelaku zina atau pelaku dosa-dosa lainnya untuk menutup diri atau merahasiakannya. jika dia laporkan, dia akan divonis hukum had atau ta’zir, dan itu tidak sesuai sunnah. Terkait membicarakan dosa-dosa itu sekedar untuk bersenang-senang maka hukumnya haram mutlak.”
كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا الْمُجَاهِرِينَ
Artinya: “Setiap umatku akan diampuni kecuali orang-orang yang terang-terangan berbuat dosa.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Jika fenomena tren s line ini tetap diikuti, maka hukumnya tetaplah haram meskipun dengan alasan hanya untuk seru-seruan atau lucu-lucuan semata. Tren s line ini telah menunjukkan bahwa bagaimana budaya populer membawa nilai asing yang membahayakan.
Budaya ini telah membawa dampak negatif yang dimana mempertunjukkan aib mengenai hubungan seksual justru semakin dinormalisasikan dan dianggap lumrah. Bukan hanya sebagai tren biasa, tetapi justru bisa menyesatkan generasi muda beragama Islam.
Padahal Allah SWT selalu menutupi aib-aib hamba-hamba-Nya. Allah SWT selalu berusaha agar hamba-Nya tetap menjaga kehormatannya sehingga apabila aib tersebut Allah SWT buka, maka tidak akan ada manusia yang mau mendekati manusia lainnya.
Memiliki sifat pemalu merupakan bagian dari iman. Jika umat muslim memiliki rasa malu, maka ia tidak akan berbuat keburukan apalagi sampai mengumbar aib masa lalunya sendiri.
Dari fenomena tren s line ini menunjukkan kepada kita sehingga membuat kita menyadari tentang betapa besarnya kebaikan Allah SWT yang telah menutup rapat-rapat seluruh aib hamba yang Allah sayangi.
Hilangnya rasa malu merupakan ciri-ciri seorang muhajir yaitu orang yang dengan bangganya mengumumkan aib-aib kemaksiatannya pada orang lain. Para pelaku muhajir merupakan orang yang tidak punya malu sehingga selalu memamerkan aibnya sendiri.
Dampak Mengikuti Tren S Line
Inilah dampak yang diakibatkan mengikuti tren s line di media sosial:
1. Mematikan Hati
Orang yang tidak ragu atau bahkan tidak malu mengumbar kemaksiatan secara terang-terangan lama-kelamaan hatinya bisa mati akan kebenaran dan hidayah pun akan semakin sulit untuk didapatkan.
2. Mendapatkan Kebinasaan
Orang yang selalu melakukan tindakan maksiat secara terang-terangan tanpa bertaubat akan binasa. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT:
“Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur menuju kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui.” (QS. Al-A’raf: 182)
3. Merusak Akal Sehat Manusia
Perbuatan dosa akan merusak akal sehat seseorang tak terkecuali dosa maksiat. Jika seseorang berbuat dosa dan tidak menyesalinya, maka akalnya telah tertutup. Karena jika akalnya sehat, maka ia akan takut melakukan kemaksiatan.
Itulah tadi mengenai hukum mengikuti tren s line dan juga dampaknya bagi seseorang. Sebagai seorang muslim yang berakal dan memiliki iman, ada baiknya jika kita bisa menghindari untuk mengikuti tren-tren yang tidak jelas dan merugikan.
Baca Juga: Hukum KB dalam Islam, Boleh atau Tidak?
Penulis: Suci Wulandari
