Beritaislam.com – Nabi Ayyub as. adalah salah satu nabi yang diberi mukjizat oleh Allah SWT yang kisahnya terkenal sabar dan teguh imannya. Ada tiga ujian Nabi Ayyub as. yang bisa dijadikan teladan bagi umat Muslim.
Kisahnya bisa dijadikan nilai hikmah untuk bekal kehidupan di dunia dan akhirat. Karena Nabi Ayyub as. dikenal sebagai seseorang yang pandai, sopan, bijaksana, dan berpikiran jernih.
Oleh karenanya, dalam menghadapi ujiannya pun Nabi Ayyub as. bisa melihat secara keseluruhan dengan sabar dan teguh iman. Berikut ujian Nabi Ayyub as. yang bisa dijadikan teladan dan hikmah:
Ujian Nabi Ayyub AS
1. Hilangnya Nikmat Kekayaan
Dari awal, Nabi Ayyub as. merupakan keturunan keluarga yang kaya raya. Nabi Ayyub as. mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya setelah ayahnya meninggal dunia.
Dari situlah Nabi Ayyub as. mendapatkan nikmat yang besar dari Allah SWT. Selain harta yang banyak, ada kebun yang luas, ternak yang berlimpah, juga istri yang cantik nan sholehah, serta keturunan yang taat.
Dari banyaknya nikmat tersebut, tidak membuat Nabi Ayyub as. lalai dan sombong. Ayyub as. paham bahwa harta benda adalah titipan dari Allah SWT yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan-Nya.
Oleh karenanya, Nabi Ayyub as. rutin menyedekahkan hartanya kepada fakir miskin atau yang membutuhkan. Namun, disini Allah SWT memberikan ujian Nabi Ayyub as. berupa tercabutnya nikmat kekayaan.
Allah SWT tidak menyisakan harta bendanya untuk dirinya maupun keluarganya. Namun disini, Nabi Ayyub as. dan keluarganya tetap bersabar serta menerima cobaan dengan lapang dada. Justru dari sinilah, ketakwaan Ayyub as. beserta keluarganya meningkat.
2. Hilangnya Keturunan
Setelah hilangnya nikmat kekayaan, ujian Nabi Ayyub as. datang lagi berupa hilangnya keturunan. Iblis tidak menyukai ketaatan dari Nabi Ayyub as. beserta keluarganya yang malah menjadi semakin bertambah.
Disini, iblis mengancam Nabi Ayyub as. berupa hilangnya keturunan. Iblis merobohkan rumah saudara Ayyub as., yang pada saat itu anak-anaknya sedang berada di sana.
Oleh karena itu, anak-anak Nabi Ayyub as. meninggal dan iblis memanfaatkan keadaan tersebut untuk membawa kabar duka dan menggoda Nabi Ayyub as. Namun disini, Ayyub as. tetap teguh imannya dan yakin bahwa anak-anaknya adalah milik Allah SWT.
Iblis gagal lagi untuk menggoda Nabi Ayyub as. dan segera mencari cara lain untuk meruntuhkan keimanan Ayyub as. Godaan iblis selanjutnya yaitu dengan hilangnya nikmat sehat.
3. Hilangnya Nikmat Sehat
Terakhir, ujian Nabi Ayyub as. adalah dengan dihilangkannya nikmat sehat. Iblis menggoda Nabi Ayyub as. dengan memerintahkan anak buahnya menaburkan benih-benih penyakit pada Ayyub as.
Mulai dari situ, Nabi Ayyub as. mendapati berbagai penyakit, seperti demam, batuk, hingga ke penyakit kulit. Kondisi tubuh Nabi Ayyub as. semakin tidak stabil, kurus, pucat, dan tenaganya kian melemah.
Dari sini, Ayyub as. dijauhi oleh banyak orang karena penyakitnya tersebut. Nabi Ayyub as. kehilangan banyak orang terdekatnya seperti saudara, kerabat, hingga teman-temannya.
Namun disini, istri Ayyub as. yang cantik dan sholehah tersebut tidak meninggalkan dan masih setia menemani dan mengurus Nabi Ayyub as. Istri Ayyub as. juga digoda oleh iblis untuk mengingat-ingat nikmat yang Allah SWT berikan dulu dan kemudian membandingkannya dengan saat ini.
Setelah mengalami beberapa percakapan dengan suaminya (Nabi Ayyub as.), akhirnya istrinya pun meninggalkannya. Dan tinggalah Nabi Ayyub as. seorang diri dengan penyakit yang dideritanya.
Iblis selalu menggoda Nabi Ayyub as. untuk berhenti bersabar, namun Ayyub as. bisa menepis hasutan buruk tersebut. Nabi Ayyub as. mengadu kepada Allah SWT:
“Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.” (QS. Shaad: 41)
Kemudian Allah SWT menerima doa Nabi Ayyub as yang telah melewati masa-masa sulit dengan kesabaran dan ketakwaan yang besar. Allah SWT berfirman:
“Hentakanlah kakimu. Inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (Qs. Shaad: 42)
Nabi Ayyub as. melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dan atas izin Allah SWT, Nabi Ayyub as. langsung disembuhkan dari penyakitnya.
Ayyub as. kembali seperti semula, sehat dan justru lebih kuat dari sebelumnya. Di saat yang bersamaan, istrinya yang telah diusir dan pergi merninggalkan merasa iba dan tidak bisa lebih lama berada jauh dari suaminya.
Istrinya kemudian kembali pada Ayyub as. Kemudian mereka kembali menjalani hidup dengan ketakwaan dan bahagia.
Demikianlah tiga ujian Nabi Ayyub as. yang merupakan salah satu tokoh teladan dalam agama Islam. Kisahnya tersebut bisa dijadikan hikmah dalam kehidupan ini.
Baca Juga: 5 Keutamaan Menuntut Ilmu Agama Lengkap dengan Dalilnya!
Penulis: Ghina Shelda Aprelka
