Beritaislam.com – Kadang kalanya menjelang akhir tahun kita selalu merenung mengenai segala macam impian yang belum bisa tercapai. Hal ini yang membuat kita seringkali merasa gagal dan terpuruk menganggap diri tidak mampu melakukan apa-apa. Inilah sebabnya sangat penting bagi kita untuk refleksi diri.
Refleksi diri menjelang akhir tahun akan membuat kita jauh lebih sadar bahwasannya segala sesuatu itu ada waktunya. Mungkin kita pernah berpikir segala keinginan belum bisa terwujud dan ekspektasi jauh sekali sekali dengan harapan, namun itulah cara Allah SWT mengajarkan rasa sabar.
Pasti kita pernah merasa di titik “Ya Allah kok berat juga ya tahun ini, rasanya lelah sekali. Banyak wishlist yang belum bisa terwujud, dan rasanya segala hal yang diusahakan selalu gagal.” Mungkin inilah saatnya kita untuk mulai refleksi diri.
Refleksi Diri Menjelang Akhir Tahun Menurut Surat Al-An’am Ayat 59
Sebelum kita merasa gagal dan selalu tidak melakukan apa-apa, kita harus selalu yakin bahwa semua hal yang kita alami ini tidak pernah lepas dari pengetahuan Allah SWT. Baik itu segala hal yang sudah terjadi maupun belum terjadi sekalipun sudah menjadi genggaman-Nya.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَعِنْدَهٗ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ اِلَّا هُوَۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَابِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
Artinya: “Kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan (tertulis) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (QS. Al-An’am: 59)
Ketika kita menyelami ayat diatas pasti membuat kita berpikir sejenak bahwasannya segala hal detail dan kecil saja sudah Allah SWT lihat, dan mengapa kita masih selalu ragu kepada-Nya? Mengapa kita selalu mempertanyakan segala hal yang sebenarnya sudah telah Dia tulis?
Dari Surat Al-An’am ayat 59 dapat menjadi refleksi diri bagi kita dan membuat kita menjadi sadar jika segala hal itu telah tertulis dan tidak ada satu detail kecil pun dalam hidup kita yang akan terlewatkan.
Bahkan selesai daun yang jatuh pun tidak mungkin akan luput dari pengawasan Allah SWT termasuk biji-bijian, hal yang basah atau kering, dan segala hal yang pernah terjadi di masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang sekalipun.
Jadi, meskipun di tahun ini masih banyak wishlist yang belum terwujud tetaplah yakin setiap perjalanan yang telah kita lalui tidak akan pernah sia-sia bagi Allah SWT. Segala hal tidak akan pernah luput dari pengawasan-Nya.
Bahkan, hari-hari yang selalu kita jalani penuh dengan keraguan, kebingungan, dan tidak tau arahnya mau kemana, nyusun rencana gagal lagi, pas mau bangkit malah jatuh lagi, dan rasanya segala hal yang dilakukan itu percuma, maka mulailah untuk bangkit kembali dan percaya pada setiap prosesnya.
Refleksi diri bukan hanya dilakukan di akhir tahun, tetapi juga bisa di setiap harinya sebagai proses untuk muhasabah diri agar menjadi lebih baik lagi. Allah SWT tau setiap prosesnya, dan lelahnya dalam berjuang untuk mengusahakannya.
Bisa jadi segala hal yang terwujud itu bukan berarti kita yang tertinggal, tetapi sebuah tanda bahwa Allah SWT sedang mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih indah dan akan diberikan di waktu yang tepat.
Allah SWT pasti mengetahui segala lelahnya kita, niat baik yang kadang tidak kita ucapkan secara langsung, dan semua yang kita sembunyikan dalam hati. Di balik takdir yang seringkali membuat kita menangis, masih ada banyak takdir indah yang belum terlihat.
Itulah tadi pembahasan mengenai refleksi diri menjelang akhir tahun dalam Surat Al-An’am ayat 59. Ternyata, jika dilihat sejauh ini kita adalah makhluk Allah SWT yang kuat sekali. Banyak hal besar yang telah kita lalui di tahun ini bahkan di luar kontrol kendali kita sekalipun.
Allah SWT juga pasti lebih mengetahui bagaimana kita berusaha dan bertahan untuk terus berjuang tanpa henti di setiap langkahnya. Meskipun masih banyak yang belum bisa terwujud, namun di perjalanan kali ini kita bisa belajar untuk bertahan, belajar, dan tumbuh lebih hebat dari sebelumnya. Itulah pentingnya bagian dari refleksi diri.
Baca Juga: Sulit Bangun Salat Subuh? Inilah Tips Supaya Salat Subuh Bisa Konsisten!
Penulis: Suci Wulandari
