Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - alasan tetap memaafkan - Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti Orang Lain, Nomor 1 yang Utama!

Hikmah

Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti Orang Lain, Nomor 1 yang Utama!

Suci Wulandari
Last updated: 2025/12/26 at 10:40 AM
Suci Wulandari
Share
Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti Orang Lain, Nomor 1 yang Utama!
SHARE

Beritaislam.com – Memaafkan adalah salah satu perbuatan mulia yang sangat Allah SWT cintai. Oleh karena itu tidak semua orang dapat memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakitinya terutama jika perasaannya dilukai terlalu dalam.

Contents
Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti1. Karena Allah SWT Maha Pemaaf 2. Memaafkan Membuat Hati Menjadi Tenang3. Membuka Pintu Rezeki4. Menyambung Tali Silaturahmi5. Termasuk Golongan Orang yang Bertakwa

Namun dalam Islam, memaafkan adalah salah satu anjuran yang harus dilakukan karena memiliki banyak keutamaan. Perihal menerima kesalahan bukan berarti hanya menghilangkan amarah dan kebencian tetapi juga menerima dengan hati yang lapang dan ikhlas. 

Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti

Islam merupakan agama yang senantiasa mengajarkan umat-Nya untuk menjaga hubungan baik dengan sesama saudara seimannya. Menerima kesalahan orang lain begitu saja tidak selalu membuktikan kita membenarkan apa hal yang dilakukan, tetapi juga demi menjaga hati agar tetap bersih.

Berikut ini adalah alasan kita tetap memaafkan orang lain meskipun sering disakiti:

1. Karena Allah SWT Maha Pemaaf 

Seberapa besar dosa seorang hamba, bila ia niat untuk memperbaiki dan bertaubat, maka Allah SWT akan memaafkan dan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat. Jika Allah SWT saja memaafkan hamba-Nya, lantas mengapa kita tidak bisa melakukan hal tersebut?

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh (manusia mengerjakan perbuatan) yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 22)

2. Memaafkan Membuat Hati Menjadi Tenang

Salah satu bentuk keberhasilan seseorang telah ikhlas memaafkan kesalahan yang orang lain perbuat adalah ditandai dengan hatinya yang semakin tenang. 

Padahal ada banyak cara untuk membenci atau membalas dendam, tetapi ketika menerimanya dengan ikhlas maka itulah keberhasilannya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Bukanlah kekuatan itu dengan cepat marah, tetapi kekuatan adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

3. Membuka Pintu Rezeki

Bahkan, sekali saja kita memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti perasaan kita, maka Allah SWT juga akan membuka pintu rezeki dan memberikan banyak kebahagiaan yang tidak kita sangka.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta, dan Allah SWT tidak menambah kepada seorang hamba yang memberi maaf kecuali kemuliaan.” (Hadist Riwayat Muslim)

4. Menyambung Tali Silaturahmi

Dengan kita memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti hati kita, maka secara tidak langsung kita telah mengikuti ajaran Islam yang dimana agama Islam menganjurkan jika umat-Nya senantiasa dapat menyambung tali silaturahmi.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak halal bagi seorang Muslim meninggalkan saudaranya (tidak bertegur sapa) lebih dari tiga hari.” (Hadist Bukhari dan Muslim)

5. Termasuk Golongan Orang yang Bertakwa

Setiap orang Islam pasti berharap jika masuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, orang yang menerima kesalah orang lain dengan lapang dada dan ikhlas termasuk kedalam golongan orang yang bertakwa.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-Imran: 134)

Itulah tadi pembahasan mengenai alasan tetap memaafkan orang lain meskipun sering disakiti. Perihal memaafkan bukan berarti kita kalah tetapi tentang bagaimana cara kita untuk mengelola batin dan pikiran supaya tidak dipenuhi dengan rasa kebencian dan dendam.

Baca Juga: Memutus Tali Silaturahmi Sesama Muslim? Inilah 6 Dampaknya!

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: alasan tetap memaafkan, ciri orang bertakwa, hikmah memaafkan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article 4 Aktivitas yang Dianjurkan Rasulullah: Ternyata Dapat Melatih Self Control 4 Aktivitas yang Dianjurkan Rasulullah: Ternyata Dapat Melatih Self Control
Next Article Manajemen Uang dalam Islam: Hemat yang Dibenci dalam Islam Manajemen Uang dalam Islam: Hemat yang Dibenci dalam Islam

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Emerging Adulthood: Krisis Identitas dan Kebiasaan Overthinking Ketika Memasuki Usia Dewasa dalam Islam
HikmahInfo Islami

Emerging Adulthood: Krisis Identitas dan Kebiasaan Overthinking Ketika Memasuki Usia Dewasa dalam Islam

4 Min Read
Hikmah Ikhlas: Melihat Kemenangan Orang Lain Tanpa Adanya Kebencian dan Iri dalam Hati
Hikmah

Hikmah Ikhlas: Melihat Kemenangan Orang Lain Tanpa Adanya Kebencian dan Iri dalam Hati

5 Min Read
Cara Mengelola Malam Hari Menentukan Kehidupan dan Banyak Perubahan dalam Kehidupan: Makna Surat Ad-Dzariyat
HikmahInfo Islami

Cara Mengelola Malam Hari Menentukan Kehidupan dan Banyak Perubahan dalam Kehidupan: Makna Surat Ad-Dzariyat

6 Min Read
Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11
Hikmah

Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11

5 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?