Beritaislam.com – Fenomena lebih takut terlihat buruk dimata manusia daripada di hadapan Allah SWT, bukanlah hal baru yang terjadi pada peradaban manusia. Sejak dulu, ada banyak manusia yang ingin terlihat baik di muka publik dan sangat takut jika ‘aslinya’ terlihat.
Sering dengar kalimat, ‘ternyata dia orangnya gini toh. Selama ini keliatan kayak orang alim banget’? Ini merupakan permasalah sosial yang seringkali terjadi, orang yang di depan publik terlihat baik, taat dan bahkan masyaallah banget, dibalik itu menyimpan topeng yang selama ini hanya Allah SWT yang tahu.
Alasan Orang Lebih Takut Terlihat Buruk Dimata Manusia
Sebelum kita membahas alasannya, terlebih dahulu kita harus melihat sejarah manusia. Manusia merupakan makhluk sosial yang sudah terbentuk sejak dahulu kala.
Diketahui bahwa di zaman manusia purba, mereka saling bergantung satu sama lain untuk bisa mempertahankan hidupnya. Dikucilkan dalam interaksi sosial berarti akan mengancam keberlangsungan hidup mereka.
Ketakutan inilah yang dipercaya membekas di dalam ingatan manusia dan terbawa hingga DNA manusia modern sekarang.
Manusia modern tanpa sadar percaya bahwa hanya dengan diterima dalam kelompok sosial maka mereka akan aman. Karir jalan, kehidupan sosial mulus. Untuk mencapai itu, banyak orang yang memilih menggunakan ‘topeng malaikat’ untuk dapat diterima dalam masyarakat.
Jika mereka memperlihatkan sisi buruknya, efeknya akan langsung terlihat, entah langsung dijauhi atau dikucilkan dalam kelompok masyarakat.
Sedangkan hubungan dengan Allah SWT, manusia seringkali tidak merasa ‘takut’ karena tidak semua perbuatan buruknya akan langsung dibayar secara instan.
Ini alasan paling terkuat kenapa manusia lebih takut terlihat buruk dimata manusia ketimbang di hadapan Allah SWT.
Selain itu, anggapan bahwa Allah Maha Pengampun, menjadikan kita tanpa sadar menggampangkan berbuat salah dan tidak ragu untuk terlihat buruk saat hanya ada kita sendirian.
Jelas sikap semacam ini bukanlah sikap yang boleh dimiliki seorang mukmin. Mukmin yang baik adalah mukmin yang sadar betul bahwa Allah Maha Melihat dan mengetahui apa yang tersembunyi dari kita.
Allah Ta’ala berfirman,
أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى
“Bukankah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?” (QS. Al-Alaq: 14)
Sehingga, jangan hanya jadi orang yang ingin terlihat baik di mata manusia, dan lupa bahwa penting juga menjadi manusia yang di dalam hatinya ada rasa malu kepada Allah.
Rasa malu itu dapat melindungi kita dari melakukan dosa karena tahu Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan sekalipun kita berada di lubang semut.
وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
“Dan Allah Maha Melihat terhadap apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 265).
Ingat ketika rasa takut kepada manusia lebih dominan daripada rasa diawasi Allah, itulah tanda hati lebih sibuk menjaga citra daripada iman.
Jadi, itulah alasan mengapa banyak orang lebih takut terlihat buruk dihadapan manusia daripada di hadapan Allah SWT, hal itu juga tidak terlepas dari betapa baiknya Allah terhadap manusia.
Baca Juga: Fenomena “Enak ya Jadi Kamu”: Bagaimana Seharusnya Muslim Menyikapinya?
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
