Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Kejujuran Seorang Muslim Terhadap Fenomena OTW - Hal Kecil Menguji Kejujuran: Fenomena “OTW” dalam Kehidupan Muslim

ArtikelKhazanahOpini

Hal Kecil Menguji Kejujuran: Fenomena “OTW” dalam Kehidupan Muslim

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/12 at 2:08 PM
Annisa Adelina
Share
Hal Kecil Menguji Kejujuran: Fenomena OTW dalam Kehidupan Muslim
SHARE

Beritaislam.com – Pernakah kamu mendapat pesan ‘otw bentar lagi sampai’ dari teman, tapi saat di tunggu ia tak kunjung sampai? Atau malah mungkin kamu pelaku yang menggunakan kata OTW, padahal masih siap-siap di rumah. 

Fenomena mengaku “OTW” padahal masih bersiap-siap kerap dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat singkat itu sering dilontarkan untuk menghindari teguran, menenangkan pihak lain, atau sekadar menunda waktu. Namun, di balik fenomena otw yang tampak ringan tersebut, tersimpan persoalan nilai yang serius, terutama jika dilihat dari kacamata kejujuran dalam Islam.

Kejujuran Seorang Muslim Terhadap Fenomena OTW

Dalam Islam, kejujuran bukan hanya dituntut dalam perkara besar, tetapi juga dalam ucapan yang tampak kecil. Mengatakan “OTW” saat sebenarnya belum berangkat pada hakikatnya adalah kebohongan, meski dikemas dengan alasan kebiasaan atau candaan. 

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ahzab ayat 70, 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ ۝٧٠

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

Ayat ini menegaskan bahwa standar ucapan seorang Muslim adalah kebenaran, bukan kenyamanan.

Fenomena “OTW” yang tidak sesuai fakta menunjukkan bagaimana kejujuran kerap dikompromikan demi menghindari rasa tidak enak. Padahal, Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa seorang muslim meninggalkan berkata bohong.

Rasulullah SAW bersabda, 

مَن لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ والعَمَلَ به، فليسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ

Artinya: “Siapa saja yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan berbuat kebohongan maka Allah tidak memiliki keperluan dalam hal dia meninggalkan makanannya dan minumannya.” (HR. Al Bukhari)

Dalam Islam, berbohong hanya diperbolehkan dalam tiga perkara, sebagaimana yang Rasulullah SAW sampaikan,

“Berbohong itu tidak halal dilakukan kecuali dalam tiga keadaan: seorang suami berbicara kepada istrinya agar istrinya itu rida, dan berbohong dalam perang dan berbohong dalam rangka memperbaiki hubungan di antaramanusia.” (HR. At Tirmidzi)

Maka sudah sangat jelas, jika kebohongan kecil semacam “OTW”  yang seringkali dianggap wajar dan bahkan dinormalisasikan karena tidak menimbulkan dampak langsung yang besar, bukanlah hal yang diperbolehkan dalam Islam.

Karena kebiasaaan semacam ini dapat  mengikis kepekaan nurani dan merusak nilai kejujuran yang seharusnya dijaga seorang muslim. 

Islam mengajarkan bahwa integritas seorang Muslim terlihat dari konsistensi antara ucapan dan perbuatan, bahkan dalam hal yang remeh.

Fenomena OTW seharusnya menjadi pengingat bahwa menjaga kejujuran adalah bentuk takwa yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Lebih baik berkata jujur meski sederhana, seperti “masih bersiap,” daripada menenangkan dengan ucapan yang tidak benar. 

Sebab, dalam Islam, kejujuran bukan soal besar atau kecilnya perkara, melainkan soal benar atau salahnya sikap.

Baca Juga: Tren “At Least” Dalam Pandangan Islam: Buka Aib yang Dinormalisasi

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Kejujuran Seorang Muslim Terhadap Fenomena OTW, larangan berbohong dalam Islam
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Tren “At Least” Dalam Pandangan Islam: Buka Aib yang Dinormalisasi Tren “At Least” Dalam Pandangan Islam: Buka Aib yang Dinormalisasi
Next Article Hukum Menonton Drakor dan Drachin Sampai Marathon Semua Episode, Bagaimana Menurut Pandangan Islam? Hukum Menonton Drakor dan Drachin Sampai Marathon Semua Episode, Bagaimana Menurut Pandangan Islam?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?