Beritaislam.com – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, istilah me time kerap dipahami sebagai waktu untuk memanjakan diri semata. Padahal dalam Islam, menenangkan diri tidak selalu identik dengan kesenangan duniawi.
Justru, ada banyak bentuk me time yang tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga bernilai ibadah. Apa saja me time yang dapat bernilai ibadah? Berikut beberapa me time yang bisa kamu lakukan.
Tips Me Time yang Menghasilkan Pahala
Pertama, me time dengan muhasabah diri. Meluangkan waktu sendirian untuk mengingat kesalahan, mengevaluasi sikap, dan berniat memperbaiki diri adalah bentuk ketenangan yang mendalam.
Allah SWT berfirman dalam Quran Surah Ar-Ra’du ayat 28,
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.
Selain itu, Rasulullah SAW juga mengingatkan bahwa muslim yang cerdas hendaknya selalu rendah hati.
الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ
Artinya: “Orang cerdas adalah orang yang rendah diri dan beramal untuk kehidupan setelah kematian, dan orang lemah adalah orang yang mengikutkan dirinya pada hawa nafsunya dan berangan-angan atas Allah”. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Kenapa muhasabah penting dalam Islam? Karena ini menjadi pondasi utama agar hati tidak terus gelisah.
Kedua, me time dengan jalan-jalan tadabur alam. Menyendiri sejenak sambil memperhatikan ciptaan Allah dapat menenangkan jiwa.
Allah SWT berfirman,
اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ ١٩٠
Artinya: Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (QS. Ali Imran: 190).
Aktivitas sederhana ini, selain membuat kita bahagia juga bisa membawa kita pada rasa syukur yang Allah SWT berikan.
Ketiga, me time dengan berdzikir. Mengingat Allah di saat sunyi mampu menenangkan hati yang penat. Dzikir tidak sekadar jeda, tapi bisa menjadi penguat iman.
Keempat, me time dengan memberikan tubuh istirahat yang cukup. Islam mengajarkan keseimbangan, karena tubuh memiliki hak untuk dijaga.
يَا عَبْدَ اللَّهِ، أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّكَ تَصُومُ النَّهَارَ وَتَقُومُ اللَّيْلَ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: فَلَا تَفْعَلْ، صُمْ وَأَفْطِرْ، وَقُمْ وَنَمْ، فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِعَيْنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا، وَإِنَّ لِزَوْجِكَ عَلَيْكَ حَقًّا.
Artinya: “Wahai Abdullah, apakah benar aku mendengar bahwa engkau berpuasa sepanjang hari dan mengerjakan shalat sepanjang malam?” Aku menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Jangan lakukan hal itu. Berpuasalah dan berbukalah, shalatlah (di malam hari) dan tidurlah, karena tubuhmu memiliki hak atasmu, matamu memiliki hak atasmu, dan istrimu juga memiliki hak atasmu.” (HR. Bukhari).
Kelima, me time dengan olahraga ringan. Menjaga kebugaran termasuk bentuk syukur atas nikmat kesehatan. Tubuh yang kuat membantu ibadah lebih maksimal.
Keenam, me time dengan membaca Al-Qur’an atau ibadah sunnah. Ini adalah puncak tips Me Time yang menghasilkan pahala, karena ketenangan yang lahir bukan hanya sementara, tetapi menembus hingga ke dalam hati.
Jadi, itulah beberapa tips me time yang menghasilkan pahala, yang dapat dengan mudah kamu lakukan.
Baca Juga: Hal Kecil Menguji Kejujuran: Fenomena “OTW” dalam Kehidupan Muslim
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
