Beritaislam.com — Di tengah kehidupan yang kian bising dan tuntutan yang datang silih berganti, konsep me time sering disalahartikan sebagai bentuk pelarian dari tanggung jawab.
Padahal dalam Islam, menenangkan diri justru diajarkan sebagai bagian dari merawat iman dan akal. Salah satu teladan paling agung tentang me time ala Nabi dapat kita temukan dalam kisah Rasulullah SAW sebelum menerima wahyu.
Me Time ala Nabi dengan Merawat Diri Tanpa Lalai
Jauh sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan menyendiri di Gua Hira. Beliau tidak pergi untuk melarikan diri dari masyarakat, melainkan untuk merenung, bertafakur, dan membersihkan hati dari hiruk pikuk dunia.
Bentuk me time ala Nabi yang sarat makna yang dapat memberikan ketenangan jiwa. Aktivitas ini menunjukkan bahwa menenangkan diri tidak identik dengan kelalaian, justru menjadi cara untuk menguatkan batin dan kejernihan berpikir.
Me time ala Nabi mengajarkan bahwa merawat diri bukan hanya soal fisik, tetapi juga spiritual. Dengan menyepi sejenak, Nabi SAW mempersiapkan mental dan ruhani untuk mengemban amanah besar.
Dalam bentuk modern, me time ini bisa dilakukan seperti berdiam diri di kamar dengan kegiatan muhasabah diri, membaca Al-Quran, dan bisa melakukan journaling.
Mengambil waktu sendiri untuk berzikir, merenung, atau menjauh sejenak dari distraksi bukanlah tanda lemah, melainkan upaya menjaga keseimbangan.
Kegiatan tafakuran semacam ini selaras dengan firman Allah dalam Quran Surah Ali Imran ayat 191,
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ١٩١
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”
Selama me time tidak membuat lalai dari kewajiban, justru ia menjadi sarana mendekat kepada Allah.
Dengan meneladani me time ala Nabi, kita belajar bahwa ketenangan sejati lahir dari kesadaran, tafakur, dan hubungan yang kuat dengan Sang pencipta, bukan hanya hiruk pikuk yang membuat bahagia sesaat.
Baca Juga: Tips Me Time yang Menghasilkan Pahala: Seni Menenangkan Diri dengan Benar
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
