Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - pacaran - Pacaran Mengajarkan Berpura-pura: Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh

ArtikelKhazanahOpini

Pacaran Mengajarkan Berpura-pura: Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/15 at 1:24 PM
Annisa Adelina
Share
Pacaran Mengajarkan Berpura-pura: Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh
SHARE

Beritaislam.com — Pacaran sering kali dianggap sebagai jalan untuk mendapatkan jodoh yang awalnya populer di kalang budaya Barat, yang lama kelamaan merebet dan mirisnya juga diterapkan oleh banyak muslim. Banyak muslim yang menjadikan pacaran seolah ‘ikhtiar’ untuk mencari jodoh.

Padahal, sudah sangat jelas dalam Islam praktik semacam pacaran diharamkan sebagaimana yang tertera dalam Al-Quran Surah Al-Isra ayat 32, yang melarang muslim untuk mendekati zina seperti layaknya praktik pacaran.

وَلَا تَقۡرَبُوا الزِّنٰٓى اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً  ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا‏  ٣٢

Artinya: “Dari sini, menikah dengan niat menjaga diri dari zina jelas tidak salah, bahkan bisa bernilai ibadah jika disertai niat dan cara yang benar.” (QS. Al-Isra: 32).

Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh

Kebanyakan orang berpendapat bahwa, ayat Al-Isra 32 hanya melarang manusia berzina, bukan mendekati zina. Meski sudah jelas dalam agama Islam bahwa pacaran itu haram, masih banyak muslim menganggap bahwa pacaran tidak akan haram selagi tidak sampai berhubungan badan. 

Padahal jika kita berlepas dari ayat dan hukum tersebut, ada alasan paling logis kenapa Islam melarang  pacaran menjadi jalan bagi seorang muslim mencari jodoh. 

Alasannya karena pacaran merupakan ajang dimana seseorang biasanya akan menutupi karakter aslinya. Pernah dengar perkataan, “perasaan pas pacaran dia gak kayak gini deh…” “Perasaan pas pacaran dia baik banget,” dan sebagainya. 

Hal semacam ini sudah banyak yang membuktikannya, mereka seolah baru melihat sosok asli pasangan mereka saat setelah menikah. 

Kenapa bisa begini? Hal ini, karena dalam pacaran seseorang sadar bahwa ini merupakan ikatan yang rapuh, sehingga kebanyakan orang akan memilih bersembunyi dibalik topeng agar dapat diterima pasangannya.  

Meski tidak semuanya melakukan ini, tapi saat proses pacaran, beberapa orang pasti tanpa sadar menyembunyikan hal negatif dirinya dari pasangannya agar tidak ditinggal atau kehilangan.

Hal ini pula yang menjadikan pacaran seolah membangun kastil di alam mimpi, pondasinya rapuh dengan ekspektasi setinggi gunung. Lalu saat menikah, boom… semua seolah baru terungkap, orang akan terkaget-kaget dan rasa kecewamu akan jauh lebih menyakitkan. 

Menikah dalam Islam tidak bisa dibangun dengan pondasi selemah ini. Dalam Islam, menikah merupakan ibadah terpanjang yang menyempurnakan separuh agama.

Rasulullah SAW bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ نِصْفُ الدِّيْنِ فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي

Artinya: Jika seseorang telah menikah, berarti ia telah menyempurnakan separuh agama. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah pada separuh sisanya. (HR. Baihaqi).

Sehingga, menikah haruslah berpondasi pada agama, pada visi misi pernikahan yang jelas, dan bukan anggan semua yang dibangkitkan dari proses pacaran.

Dan juga harus ditempuh dengan jalan yang benar, melalui proses taaruf yang Allah ridhoi sebagai ikhtiar dalam mencari pasangan.

اَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ۝١٣

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti. (Al-Hujurat:13) 

Jadi, itulah alasan logis mengapa dalam Islam dilarang pacaran. Bukan hanya karena dapat mendekatkan manusia pada zina, tapi juga agar melindungi manusia dari kepura-puraan dan kehancuran.

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Memilih Pasangan Lewat Taaruf

Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: pacaran, Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Memilih Pasangan Lewat Taaruf 3 Alasan Kenapa Kamu Harus Memilih Pasangan Lewat Taaruf
Next Article “Sebelum Janur Kuning Melengkung, Masih Bisa Menikung”: Apakah Diperbolehkan dalam Islam? “Sebelum Janur Kuning Melengkung, Masih Bisa Menikung”: Apakah Diperbolehkan dalam Islam?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?