Beritaislam.com — Rasa cinta adalah fitrah yang Allah titipkan di hati manusia, termasuk di hati seorang muslimah. Namun dalam Islam, cinta bukan sekadar soal perasaan, melainkan amanah yang harus dijaga agar tidak menyeret pada luka dan dosa.
Saat seorang muslimah jatuh cinta, Islam tidak memintanya mematikan rasa itu, tetapi mengajarkan bagaimana mengelolanya dengan cara yang paling bermartabat.
Saat Muslimah Jatuh Cinta Lakukan Ini..
Pertama, jika sudah yakin dengan laki-laki yang disukai dan telah menyelidikinya dengan matang, seorang muslimah diperbolehkan menyampaikan niat untuk menikah.
Islam tidak melarang perempuan mengambil peran selama dilakukan dengan cara yang terhormat dan sesuai syariat.
Sejarah mencatat bagaimana Khadijah radhiyallahu ‘anha dengan kemuliaan akhlaknya menyampaikan ketertarikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara. Kisah ini menunjukkan bahwa cinta yang diarahkan pada pernikahan justru bernilai ibadah, bukan aib.
Kedua, jika belum ada kesiapan atau belum jelas arahnya, memendam perasaan dan hanya membiarkan Allah yang mengetahuinya adalah pilihan yang sangat mulia.
Cinta yang dipendam karena Allah bukanlah kelemahan, melainkan bentuk penjagaan diri. Hubungan Fatimah radhiyallahu ‘anha dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu sering dijadikan teladan bagaimana rasa cinta dijaga dalam diam, tanpa pacaran, tanpa rayuan, bahkan setan pun tak tahu, hingga akhirnya dipersatukan dalam ikatan halal.
Dialog yang paling melekat dalam kisah mereka yang sampai kini masih sering terdengar yaitu dialog saat Fatimah memberi tahu bahwa Ali merupakan pria yang selama ini disukai. Bukankah ini romansa yang penuh akan ketaqwaan?
Ketiga, menjadikan rasa cinta sebagai motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Cinta tidak seharusnya membuat lalai, melainkan mendorong untuk memperbaiki ibadah, akhlak, dan kualitas diri. Dengan begitu, hati tidak disibukkan oleh perasaan semata. Saat rasa itu mengebu, kedekatan dengan Allah menjadi penenang dan peredamnya.
Contohnya, kamu menyukai seorang pria karena dia sangat pekerja keras dan rajin beribadah. Maka, jadikan rasa suka itu sebagai motivasimu untuk sama baiknya berada di level yang sama, menjadi manusia yang pekerja keras dan rajin beribadah dengan niat tetap mencari ridho Allah SWT.
Jadi, itulah hal sederhana yang bisa seorang muslimah lakukan saat jatuh cinta. Islam tidak memusuhi cinta, tetapi mengarahkannya agar tetap suci dan bermakna.
Baca Juga: Pacaran Mengajarkan Berpura-pura: Alasan Logis Islam Melarang Pacaran Sebagai Jalan Mencari Jodoh
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
