Beritaislam.com — Kalung salib sejatinya merupakan simbol bagi agama Nasrani. Namun, seiring berkembangnya zaman banyak orang menggunakan simbol ini sebagai aksesoris. Tidak jarang orang dari agama lain, misalnya seperti muslim menggunakan kalung salib hanya sekedar gaya atau fashion.
Namun, dalam pandangan Islam, persoalan simbol tidak sesederhana itu karena berkaitan langsung dengan akidah dan identitas keimanan seorang muslim.
Pandangan Islam Soal Muslim yang Suka Menggunakan Kalung Simbol Salib
Dalam Islam, muslim yang suka menggunakan kalung simbol salib termasuk perkara yang jelas tidak dibolehkan.
Salib bukan sekadar ornamen biasa, melainkan simbol akidah agama lain yang bertentangan secara prinsip dengan tauhid. Menggunakannya, meskipun dengan alasan gaya, tetap bermasalah karena menunjukkan pengakuan atau minimal penyerupaan terhadap simbol keyakinan non-Islam.
Rasulullah SAW secara tegas melarang umatnya menyerupai kaum lain dalam perkara yang menjadi ciri khas agama mereka. Dalam sebuah hadis disebutkan,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)
Hadis ini menjadi landasan kuat larangan tasyabbuh, yaitu meniru atau menyerupai orang-orang kafir dalam simbol, ritual, dan identitas keagamaan.
Mengenakan simbol agama lain, seperti salib, bukan hanya persoalan lahiriah, tetapi bisa berdampak pada rusaknya penjagaan akidah.
Islam sangat menjaga batas yang jelas antara iman dan kekufuran, termasuk dalam hal simbol yang tampak sederhana. Karena itu, alasan “tidak ada niat apa-apa” atau hanya sekedar “fashion semata” tidak cukup untuk membolehkan tindakan tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
Artinya: “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi).
Karena sejatinya simbol bertujuan membantu kelompok untuk saling mengenali satu sama lain. Jika seorang muslim juga ikut-ikutan menggunakannya maka akan membuka ruang celah kesalahpahaman.
Islam menuntun muslim untuk tegas menjaga jati dirinya dan menghormati simbol agama lain dengan tidak menggunakannya.
Seorang muslim hendaknya menjauhi penggunaan simbol salib dalam alasan apa pun. Karena menjaga akidah tidak hanya di hati, tetapi juga dalam sikap, penampilan, dan simbol yang melekat pada diri seorang muslim.
Baca Juga: Nikah Biar Gak Zina: Akibatnya yang Jarang Dibicarakan
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
