Beritaislam.com – Anggapan bahwa busana syar’i itu ribet masih sering diarahkan kepada perempuan muslim. Mulai dari dianggap panas, tidak praktis, sampai membatasi gerak. Padahal, banyak muslimah justru merasakan sebaliknya.
Bagi mereka, muslimah nyaman berpakaian syar’i bukan sekadar soal penampilan, tapi tentang ketenangan, kemudahan, dan ketaatan yang dirasakan dalam keseharian.
Muslimah Berpakaian Syar’i Itu…
Dalam Islam, berpakaian syar’i memiliki kriteria yang jelas. Aurat tertutup dengan sempurna, jilbab menjulur hingga menutup dada, kain tidak menerawang, tidak membentuk lekuk tubuh, serta dilengkapi dengan penutup kaki seperti kaos kaki.
Ketentuan ini bukan budaya, melainkan perintah langsung dari Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan perempuan beriman untuk menutupkan jilbab ke dada mereka sebagai bentuk penjagaan diri dan kehormatan.
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ٥٩
Artinya: Wahai Nabi (Muhammad), katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin supaya mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Ahzab: 58).
Ketentuan berpakaian ini juga bertujuan agar muslimah dikenali sebagai perempuan terhormat dan tidak diganggu. Artinya, sejak awal Islam hadir, pakaian syar’i justru dimaksudkan sebagai perlindungan, bukan pembatas.
Alasan Muslimah Nyaman Berpakaian Syar’i
Pertama, berpakaian syar’i terasa praktis karena bisa langsung digunakan untuk salat. Muslimah tidak perlu lagi berganti pakaian atau menyiapkan mukena tambahan ketika waktu salat tiba. Dalam keseharian yang padat, hal ini justru memberi kemudahan dan ketenangan.
Kedua, ada nilai pahala di setiap ketaatan. Ketika seorang muslimah menjalankan perintah Allah SWT dengan berpakaian sesuai syariat, ia sedang beribadah.
Inilah alasan lain mengapa muslimah nyaman berpakaian syar’i, karena setiap langkahnya bernilai ibadah.
Ketiga, pakaian syar’i menjaga muslimah dari pandangan laki-laki dan memberi rasa aman dalam beraktivitas. Bebas bergerak tanpa rasa risih, tanpa khawatir dinilai dari bentuk tubuh, membuat banyak muslimah justru merasa lebih merdeka.
Dari sini terlihat, anggapan ribet sering datang dari yang melihat, bukan dari muslimah yang menjalaninya. Jadi, itulah alasan mengapa menggunakan pakaian syari bagi muslimah itu bentuk kebahagiaan bukan kekangan.
Baca Juga: Dijanjikan Menikah Tanpa Kepastian: Apa yang Sebaiknya Muslimah Lakukan?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
