Beritaislam.com – Islam memandang kepemimpinan bukan sebagai kehormatan semata, melainkan amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban. Namun realitas sering menunjukkan hal sebaliknya.
Tidak sedikit pemimpin dipilih bukan karena kapasitas, tetapi karena kedekatan, kepentingan, atau sekadar popularitas. Di sinilah peringatan Rasulullah SAW terasa relevan lintas zaman.
Akibat Pemimpin Diberikan Ke Bukan Ahlinya
Pertama, hilangnya amanah menjadi tanda kerusakan yang lebih luas. Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa lenyapnya amanah bukan perkara sepele. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari disebutkan,
فَإِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ قَالَ كَيْفَ إِضَاعَتُهَا قَالَ إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ
Artinya: “Apabila amanah sudah hilang, maka tunggulah terjadinya kiamat”. Orang itu (Arab Badui) bertanya, “Bagaimana hilangnya amanat itu?” Nabi saw menjawab, “Apabila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah terjadinya kiamat.” (HR. Al-Bukhari).
Ketika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, bukan hanya kualitas pekerjaan turun dan akan banyak orang terkena imbasnya.
Kedua, pemimpin yang bukan ahlinya berpotensi melahirkan ketidakadilan. Karena tidak memiliki kapasitas dan visi yang jelas, keputusan sering diambil tanpa pertimbangan matang. Yang kuat semakin kuat, sementara yang lemah terpinggirkan.
Dalam kondisi seperti ini, pemimpin tak lagi menjadi pelindung, melainkan sumber masalah baru bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Ketiga, dampak terbesarnya adalah rusaknya tatanan kehidupan secara perlahan. Ketika pemimpin tidak memahami amanahnya, kesalahan demi kesalahan dianggap wajar.
Orang yang dipimpinnya pun lama-kelamaan terbiasa dengan ketidakberesan. Inilah yang dimaksud Rasulullah SAW sebagai tanda zaman yang serius, karena kerusakan tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui pembiaran yang berulang.
Islam mengajarkan agar urusan kepemimpinan diserahkan kepada mereka yang memiliki kapasitas dan amanah. Sebab, ketika pemimpin berada di tangan yang tepat, kebaikan akan lebih mudah ditegakkan.
Namun ketika amanah salah alamat, maka peringatan Rasulullah SAW bukan lagi sekadar cerita, melainkan kenyataan yang sedang berjalan di depan mata.
Baca Juga: Tips Agar Istiqomah dalam Melakukan Kebaikan
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
