Beritaislam.com – Pernah dengar kalimat “semua agama sama, mengajarkan pada kebaikan,” kalimat ini sekilas terdengar sederhana dan tampak bijak, padahal dalam Islam ia menyentuh wilayah tauhid yang sangat prinsipil.
Mirisnya, banyak umat muslim yang menggunakan kalimata ini sebagai kalimat toleransi yang sering dianggap sebagai kalimat perdamaian antar agama, padahal menyimpan kekeliruan serius.
Mengapa Kalimat “Semua Agama Sama, Mengajarkan pada Kebaikan” Dapat Membatalkan Tauhid?
Dalam Islam, tauhid adalah fondasi utama keimanan seorang muslim. Syahadat Laa ilaha illallah, Muhammada Rasulullah bukan sekadar ucapan, tetapi pengakuan mutlak bahwa tidak ada sesembahan yang benar selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya yang terakhir.
Ketika seseorang mengatakan semua agama sama, ia secara tidak langsung mengakui kebenaran teologis agama-agama lain, bukan sekadar menghormati pemeluknya.
Padahal, Islam dengan tegas membedakan antara toleransi sosial dan pengakuan akidah. Menghormati penganut agama lain adalah kewajiban moral, namun menyamakan ajaran dan kebenaran agama adalah perkara yang berbeda sama sekali.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa satu-satunya agama yang diridhai di sisi-Nya hanyalah Islam, sebagaimana disebutkan dalam QS. Ali Imran ayat 19.
اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ١٩
Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya).
Penegasan ini kembali dikuatkan dalam QS Ali Imran ayat 85, bahwa siapa pun yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima dan di akhirat termasuk golongan yang merugi.
وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ٨٥
Artinya: Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran: 85).
Ayat ini menunjukkan dengan jelas bahwa konsep semua agama sama tidak sejalan dengan prinsip tauhid dalam Islam.
Mengatakan semua agama sama bukan sekadar kesalahan istilah, tetapi kekeliruan akidah jika diyakini kebenarannya dapat berakibat fatal bagi seorang muslim, hingga membatalkan ketauhidannya.
Selain itu, pernyataan bahwa semua “agama sama, mengajarkan kebaikan” justru membuka banyak pertanyaan mendasar. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kebaikan? Siapa yang berhak menentukan standar kebaikan tersebut, dan berdasarkan tolok ukur apa kebaikan itu dinilai?
Baca Juga: Surah An-Nisa Ayat 3: Ayat Poligami yang Sering Disalahpahami
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
