Beritaislam.com – Banyak orang berlomba memperbanyak ibadah, namun tidak semuanya benar-benar berbuah di sisi Allah. Ada yang rajin, tetapi cepat lelah. Ada yang semangat di awal, lalu berhenti di tengah jalan.
Padahal dalam Islam, ukuran utama ibadah bukan sekadar banyaknya, melainkan bagaimana ibadah itu dilakukan hingga benar-benar dicintai Allah dan bernilai pahala.
Langkah Sederhana agar Ibadahmu Dicintai Allah
Pertama, niatkan ibadah hanya untuk Allah. Inilah pondasi paling awal yang sering dilupakan.
Rasulullah SAW bersabda,
إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ
Artinya: ” Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya mencari karena dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju .” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ibadah yang diniatkan karena manusia, pujian, atau validasi sosial akan kehilangan nilainya di sisi Allah. Niat yang lurus menjadikan amal kecil bernilai besar, sementara niat yang salah dapat merusak amal yang tampak besar.
Kedua, ibadah harus dilakukan secara istiqomah. Banyak orang mengira Allah lebih mencintai ibadah yang berat dan banyak, padahal Islam mengajarkan konsistensi.
Rasulullah SAW bersabda,
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah amalan yang berkesinambungan walaupun itu sedikit. (HR. Muslim).
Ibadah yang istiqomah menandakan kesungguhan hati, bukan sekadar semangat sesaat. Dari sinilah ibadah perlahan membentuk karakter dan mendekatkan seorang hamba agar semakin dicintai Allah.
Ketiga, ibadah harus disertai dengan ilmu. Tanpa ilmu, ibadah bisa keliru arah bahkan tertolak. Bahwa seorang hamba yang melaksanakan amal harus memiliki ilmu akan hal itu karena ilmu mendahului amal.
Dengan ilmu, seseorang memahami mana yang benar, mana yang sekadar tradisi, dan bagaimana beribadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Demikianlah cara sederhana agar ibadah yang dilakukan dapat dicintai Allah.
Baca Juga: Ketika Jilbab Dijadikan Standar Kesalehan Instan: Dampak yang Akan Terjadi
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
