Beritaislam.com – Kondisi ketika iman naik turun sering membuat sebagian orang merasa bersalah, seolah dirinya adalah hamba yang gagal. Setiap muslim pasti pernah berada di fase semangat beribadah, lalu tiba-tiba merasa berat, malas, bahkan hampa.
Padahal dalam Islam, dinamika iman semacam ini adalah sesuatu yang manusiawi. Yang menjadi persoalan bukan turunnya iman itu sendiri, melainkan apa yang kita lakukan saat berada di fase tersebut.
Tips Menghadapi Kondisi Ketika Iman Naik Turun
Pertama, mohon perlindungan dan pertolongan Allah. Manusia memang diciptakan dengan iman yang dinamis, bisa menguat dan bisa melemah.
Karena itulah, seorang muslim diajarkan untuk selalu kembali meminta kepada Allah, sebab hati manusia berada sepenuhnya dalam genggaman-Nya. Rasulullah SAW bersabda,
نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ، يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ
Artinya: Ya! Sesungguhnya hati (para hamba) itu berada diantara dua jari dari jari-jemari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai dengan yang Dia kehendaki! (HR. At-Tirmidzi).
Rasulullah SAW juga mengajarkan kita untuk senantiasa meminta pada Allah agar meneguhkan hati kita pada agamanya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Artinya: “Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkan hatiku di atas agama-Mu”. (HR. At- Tirmidzi).
Maka, saat iman melemah, memperbanyak doa agar hati diteguhkan adalah langkah paling mendasar yang harus muslim lakukan.
Kedua, perbanyak istighfar. Turunnya iman sering kali berkaitan dengan dosa yang tidak disadari. Dosa-dosa itu menumpuk di hati, meninggalkan noda hitam yang menghalangi cahaya iman.
Allah berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Muthaffifin ayat 14,
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Artinya: “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”
Rasulullah SAW juga bersabda,
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. (HR. At- Tirmidzi).
Istighfar bukan hanya penghapus dosa, tetapi juga pembersih hati agar iman kembali bercahaya.
Ketiga, perbanyak bergaul dengan orang-orang beriman. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kondisi hati. Rasulullah SAW mengibaratkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi. Beliau bersabda,
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
Artinya: Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak. (HR. Bukhari).
Berada di sekitar orang-orang beriman membantu menjaga iman agar tetap hidup dan tidak mudah redup.
Iman yang naik turun bukan tanda kegagalan, melainkan tanda bahwa hati masih hidup. Yang terpenting adalah terus berusaha menjaga dan merawatnya agar tidak semakin jauh dari Allah. Jadi, itulah tips sederhana yang dapat dilakukan ketika iman naik turun.
Baca Juga: Belum Berani Berhijab Karena Masih Banyak Dosa: Kesalahan Berpikir yang Sering Terjadi
Editor: Annisa Adelina Sumadilah.
