Beritaislam.com – Tahukah kamu apa bahaya menunda taubat? Nanti aja taubat kalau udah siap, merupakan kalimat yang sering dijadikan tameng saat seseorang melakukan dosa. Sejatinya kalimat ini hadir karena manusia paham betul apa yang membuat hatinya tidak nyaman, dosa dapat membuat hati merasa tidak nyaman dan gelisah dan kalimat ini hadir untuk meredam gejolak fitrah tersebut.
Kalimat semacam ini jika terus dipelihara seorang muslim akan berakibat jadi mengentengkan dosa dan juga menahan langkahnya untuk segera bertaubat dari dosa yang dilakukan. Akibatnya, perbuatan salah terus diulang tanpa adanya taubat, yang tentunya akan menimbulkan banyak bahaya bagi pelakunya.
Bahaya Menunda Taubat
Pertama, akan menjadikan hati pelakunya keras sehingga sulit menerima hidayah karena dosa yang terus menumpuk.
Rasulullah SAW mengingatkan dalam sebuah hadis bahwa saat seorang muslim melakukan dosa maka hatinya akan diberikan titik hitam, jika titik hitam itu terus bertambah dapat membuat hatinya keras.
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}
Artinya: “Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah (HR. Tirmidzi).
Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman bahwa orang yang terus melakukan dosa dapat membuat hatinya tertutup dari cahaya kebenaran.
كَلَّا بَلْࣝ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ ١٤
Artinya: Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. (QS. Al- Muthaffifin: 14).
Kedua, tidak adanya lagi waktu untuk bertaubat. Manusia memang bisa membuat rencana, tapi semua rencana itu dibangun atas ketidakpastian masa depan.
Menunda bertaubat sama saja seperti mengambil resiko mengenai ketidakpastian yang dimiliki manusia. Manusia tidak tahu kapan ajal datang, sehingga menunggu bertaubat setelah siap merupakan sesuatu yang berbahaya.
Allah SWT berfirman,
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۚ حَتّٰىٓ اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْـٰٔنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا ١٨
Artinya: Tidaklah tobat itu (diterima Allah) bagi orang-orang yang melakukan keburukan sehingga apabila datang ajal kepada seorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Tidak (pula) bagi orang-orang yang meninggal dunia, sementara mereka di dalam kekufuran. Telah Kami sediakan azab yang sangat pedih bagi mereka. (QS. An-Nisa:18)
Menurut tafsir Wajiz, ayat ini menjelaskan mengenai batas akhir taubat yang tidak diterima Allah SWT yaitu saat seorang hamba mencapai ajalnya dan diperlihatkan azab yang akan menimpanya maka ia baru mau bertaubat. Taubat semacam ini tidak akan diterima Allah SWT.
Demikianlah bahaya dari menunda taubat. Maka hendaklah kita sebagai seorang muslim untuk senantiasa terus bertaubat sebagaimana yang Rasulullah sampaikan dalam sebuah hadis shahih,
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ
Artinya, “Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah, karena sesungguhnya aku juga bertobat kepada-Nya sehari seratus kali.” (HR. Muslim).
Baca Juga: Percuma Ngaji Kalau Masih Maksiat: Benarkah?
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
