Beritaislam.com – Harus pakai masya Allah biar gak kena ain, pernah dengar kalimat ini? Ain sendiri merupakan penyakit yang berasal dari pandangan mata seseorang, biasanya disebabkan karena hasad atau kekaguman atas nikmat yang didapatkan orang lain.
Rasulullah SAW bersabda bahwa penyakit ain merupakan penyakit yang banyak mencelakai seorang muslim.
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
Artinya: “Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar).
Rasulullah SAW juga bersabda mengingatkan mengenai bahayanya ain dalam hadits shahih,
العين حق، ولو كان شيء سابق القدر سبقته العين
Artinya: “Ain itu benar-benar ada! Andaikan ada sesuatu yang bisa mendahului takdir, sungguh ‘ain itu yang bisa” (HR. Muslim no. 2188).
Banyak muslim percaya bahwa penyakit ain dapat dihalangi dengan kalimat Masya Allah sebagai tameng. Benarkan harus pakai Masya Allah biar gak kena ain?
Benarkah Harus Pakai Masya Allah biar Gak Kena Ain?
Kalimat Masya Allah merupakan kalimat pujian kepada Allah, yang artinya “apa yang dikehendaki Allah, pasti akan terjadi.
Kalimat ini memiliki makna bahwa apa-apa yang terjadi mengenai nikmat yang didapatkan orang lain, kebaikan dan lainnya, semuanya berasal dari Allah dan atas kehendak Allah SWT.
Penggunaan kata Masya Allah agar terhindar dari Ain terdapat dalam Al-Quran Surah Al- Kahfi ayat 39. Allah Ta’ala berfirman:
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
Artinya: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “masyaAllah, laa quwwata illaa billah”. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan” (QS. Al Kahfi: 39).
Ayat ini dapat dijadikan dalil bahwa saat melihat harta orang lain hendaknya mengucapkan kalimat ini agar harta tersebut terhindar dari penyakit ain.
Selain kalimat Masya Allah, beberapa ulama menyarankan kalimat lain seperti Barakallahu Laka dan Allahumma Barik. Ulama seperti Assim Al Hakeem menganjurkan untuk mengucapkan Barakallahu laka yang artinya semoga engkau diberikan keberkahan oleh Allah.
Pada dasarnya ain berasal dari pandangan hasad atau kekaguman yang berlebihan pada manusia, sehingga Rasulullah SAW mengingatkan bahwa saat melihat kebaikan pada seseorang maka harus didoakan. Rasulullah SAW bersabda,
إذا رأى أحدكم من نفسه و أخيه ما يعجبه فليدع بالبركة فإن العين حق
Artinya: “jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya” (HR. An Nasa’i).
Rasulullah SAW juga bersabda,
وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865).
Jadi, penggunaan kata masya Allah agar terhindar dari penyakit ain dapat digunakan. Namun, selain itu hendaknya kita juga menjaga pandangan dan hati kita agar tidak ada hasad dan rasa kagum berlebihan yang dapat berakibat buruk untuk sesama muslim lainnya.
Baca Juga: Percuma Ngaji Kalau Masih Maksiat: Benarkah?
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
