Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Dampak Jika Penampilan Dijadikan Ukuran Kesalehan - Ketika Ukuran Kesalehan Ditentukan oleh Penampilan: Apa Dampaknya?

ArtikelKhazanahOpini

Ketika Ukuran Kesalehan Ditentukan oleh Penampilan: Apa Dampaknya?

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/28 at 11:33 AM
Annisa Adelina
Share
Ketika Ukuran Kesalehan Ditentukan oleh Penampilan: Apa Dampaknya?
SHARE

Beritaislam.com – Di ruang sosial, terutama di media sosial, kesalehan sering kali direduksi menjadi soal penampilan. Cara berpakaian, simbol religius, hingga gaya bicara kerap dijadikan standar utama untuk menilai seberapa saleh seseorang. 

Fenomena ini membuat agama terlihat sederhana di permukaan, namun justru menyimpan persoalan yang lebih dalam. Kesalehan yang seharusnya tumbuh dari hati, perlahan bergeser menjadi citra yang dinilai oleh manusia.

Islam tidak pernah menafikan pentingnya syariat dalam penampilan. Namun ketika penampilan dijadikan satu-satunya tolok ukur, dampak sosial dan spiritual pun tak terelakkan.

Dampak Jika Penampilan Dijadikan Ukuran Kesalehan

Pertama, akan muncul banyak “ruba berbulu domba”. Ada orang yang berpenampilan saleh bukan karena kesadaran iman, melainkan demi menipu, menjaga citra, atau mencari validasi manusia. 

Penampilan dijadikan tameng untuk menutupi akhlak yang belum tentu sejalan. Padahal Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta manusia, tetapi melihat hati dan amalnya. 

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ.

Artinya: Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian, akan tetapi Allah melihat kepada hati dan amalan kalian. (HR. Muslim).

Ketika standar saleh hanya kulit luar, kejujuran batin menjadi hal yang terpinggirkan.

Kedua, orang yang masih setengah-setengah justru merasa takut untuk terlihat taat secara lahiriah. Contohnya, sebagian perempuan takut mengenakan jilbab karena khawatir dicap “sok alim” atau dituntut sempurna secara moral. Padahal menutup aurat adalah kewajiban. 

Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31,

وَقُلْ لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ اَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوْبِهِنَّۖ وَلَا يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اٰبَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اٰبَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤىِٕهِنَّ اَوْ اَبْنَاۤءِ بُعُوْلَتِهِنَّ اَوْ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اِخْوَانِهِنَّ اَوْ بَنِيْٓ اَخَوٰتِهِنَّ اَوْ نِسَاۤىِٕهِنَّ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيْنَ غَيْرِ اُولِى الْاِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفْلِ الَّذِيْنَ لَمْ يَظْهَرُوْا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَاۤءِۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِاَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِيْنَ مِنْ زِيْنَتِهِنَّۗ وَتُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ جَمِيْعًا اَيُّهَ الْمُؤْمِنُوْنَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۝٣١

Artinya: Katakanlah kepada para perempuan yang beriman hendaklah mereka menjaga pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (bagian tubuhnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. Hendaklah pula mereka tidak menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, para perempuan (sesama muslim), hamba sahaya yang mereka miliki, para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Hendaklah pula mereka tidak mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung. (QS. An-Nur: 31) 

Ketika jilbab dibebani ekspektasi sosial, ketaatan malah terasa menakutkan.

Ketiga, orang yang sudah berpenampilan sesuai syariat sering mendapat tekanan sosial yang besar. Mereka dianggap harus selalu lembut, sabar, tidak boleh salah, dan wajib menjadi teladan di semua aspek. 

Padahal sangat mungkin mereka baru belajar, masih berproses, dan masih jatuh bangun dalam taat. Tekanan ini justru berpotensi mematahkan semangat hijrah.

Kesalehan dalam Islam adalah perjalanan, bukan kostum. Penampilan memang penting, tapi menjadikannya satu-satunya ukuran justru bisa menjauhkan manusia dari makna taat yang sesungguhnya.

Baca Juga:  Bahaya Saat Jilbab Dijadikan Tolak Ukur Akhlak

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Dampak Jika Penampilan Dijadikan Ukuran Kesalehan, kesalehan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Apakah Kita Lebih Takut Dinilai Manusia daripada Allah? Kenali Tandanya! Apakah Kita Lebih Takut Dinilai Manusia daripada Allah? Kenali Tandanya!
Next Article Banyak yang Takut Neraka tapi Lalai Mencintai Allah: Ternyata Ini Alasannya! Banyak yang Takut Neraka tapi Lalai Mencintai Allah: Ternyata Ini Alasannya!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?