Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Batas Toleransi agar Tidak Kehilangan Arah - Toleransi yang Kehilangan Arah: Batasan Aman Toleransi dalam Islam

ArtikelKhazanahOpini

Toleransi yang Kehilangan Arah: Batasan Aman Toleransi dalam Islam

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/29 at 11:24 AM
Annisa Adelina
Share
Toleransi yang Kehilangan Arah: Batasan Aman Toleransi dalam Islam
SHARE

Beritaislam.com – Dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, toleransi sering dijadikan simbol kedewasaan dan sikap terbuka. Namun, di tengah arus moderasi yang kerap disalahpahami, toleransi justru berisiko kehilangan arah. 

Tidak sedikit yang menganggap semua perbedaan harus diterima tanpa batas, bahkan sampai mengaburkan keyakinan. Padahal dalam Islam, toleransi memiliki koridor yang jelas agar tetap menjaga kemurnian aqidah tanpa menghilangkan sikap adil dan beradab.

Batas Toleransi agar Tidak Kehilangan Arah

Islam mengajarkan toleransi yang tegas namun bermartabat. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Kafirun ayat 6, 

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ۝٦

Artinya: Untukmu agamamu dan untukku agamaku. 

Ayat ini menunjukkan bahwa toleransi dalam Islam berarti saling menghormati tanpa mencampuradukkan keyakinan. Tidak ada paksaan, tidak ada cemoohan, tetapi juga tidak ada kompromi dalam urusan iman.

Batas toleransi yang pertama adalah tidak merambat pada aqidah. Seorang Muslim diperintahkan untuk menghormati pemeluk agama lain, namun tetap meyakini kebenaran Islam secara utuh. 

Contohnya menghadiri acara sosial, bekerja sama dalam urusan kemanusiaan, atau hidup berdampingan adalah bentuk toleransi yang dibenarkan, selama tidak mengakui atau membenarkan ajaran yang bertentangan dengan tauhid.

Selanjutnya, toleransi tidak boleh membuat seorang Muslim ragu terhadap prinsip agamanya sendiri. Contohnya toleransi berubah menjadi relativisme, seolah semua keyakinan dianggap sama benarnya, di situlah arah mulai hilang. 

Padahal seorang muslim haruslah percaya bahwa hanya agama Islam yang Allah ridhoi, sebagaimana yang terdapat dalam Al-Quran. Allah SWT berfirman,

 الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ ۝١٩

Artinya: Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam. Orang-orang yang telah diberi kitab tidak berselisih, kecuali setelah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian di antara mereka. Siapa yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan(-Nya). (QS. Ali-Imran: 19) 

Islam menolak sikap ekstrem semacam ini dan juga sikap ekstrem  tanpa adab maupun sikap yang longgar hingga mengorbankan iman.

Toleransi dalam Islam bukan sikap pasif yang membiarkan kebenaran kabur, melainkan sikap aktif menjaga kedamaian secara sosial dengan tetap berpegang pada prinsip. 

Dengan memahami batas toleransi agar tidak kehilangan arah, umat Islam dapat hidup harmonis tanpa harus menggadaikan aqidah yang menjadi fondasi utama keimanan.

Baca Juga: Islam KTP : Bahaya Ketika Agama Hanya Dijadikan Warisan

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Batas Toleransi agar Tidak Kehilangan Arah, Toleransi
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Kamis dalam Islam: 3 Rekomendasi Amalan yang Dianjurkan di Hari Kamis Kamis dalam Islam: 3 Rekomendasi Amalan yang Dianjurkan di Hari Kamis
Next Article Ketika Allah Tidak Dilibatkan dalam Keputusan: Ini Dampaknya… Ketika Allah Tidak Dilibatkan dalam Keputusan: Ini Dampaknya…

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?