Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik, Peran Pentingnya dalam Penyebaran Islam

Uncategorized

Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik, Peran Pentingnya dalam Penyebaran Islam

Lintang Suryaningrum
Last updated: 2026/02/03 at 3:13 PM
Lintang Suryaningrum
Share
Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik, Peran Pentingnya dalam Penyebaran Islam
SHARE

Beritaislam.com – Akulturasi budaya memiliki peran penting dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia. Dakwah yang dilakukan tidak selalu dilakukan secara kaku, namun justru pendekatan secara bijak, menghargai budaya setempat menjadikan Islam berkembang secara pesat. Cara seperti itu dikenal sebagai akulturasi budaya. 

Namun di era modern seperti sekarang, banyak yang menganggap akulturasi budaya sebagai bentuk kemusyrikan. Tradisi lokal yang dipadukan dengan Islam dianggap sebagai bid’ah, syirik, bahkan yang mengatakan bahwa hal tersebut menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya. 

Faktanya akulturasi budaya yang digunakan dalam penyebaran agama Islam merupakan perpaduan antara ajaran Islam dengan budaya lokal tanpa menghilangkan inti ajaran tauhid. Walisongo atau sembilan tokoh ulama besar menyebarkan Islam di pulau Jawa melalui cara ini agar mudah diterima oleh masyarakat. 

Islam membolehkan cara ini asalkan tidak mencampuradukkan akidah dengan hal yang ditentang oleh Islam, budaya yang digunakan dapat dijadikan sebagai sarana dakwah. Percampuran budaya berbeda dengan sinkretisme, yang mana konsepnya mencampuradukkan akidah yang dilarang dalam Islam. 

Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik?

Munculnya anggapan bahwa akulturasi budaya yang dilakukan dianggap musyrik dikarenakan kurangnya pemahaman agama, adanya kekhawatiran akan tercampurnya tauhid dengan tradisi lama. Ditemukan beberapa praktik budaya yang memang terbukti menyimpang dari ajaran Islam. Islam melarang adanya perbuatan yang mengandung unsur penyembahan selain Allah. 

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.” (QS. An-Nisa: 48)

Rasulullah SAW tidak menghapus semua tradisi Arab pra Islam, yang beliau lakukan hanyalah menghapus tradisi yang bertentangan dengan tauhid dan akhlak. Hal seperti ini mirip dengan cara dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo, menggunakan pendekatan budaya untuk mengenalkan Islam pada masyarakat kala itu.

Menggunakan pendekatan budaya sebagai sarana dakwah menjadikan dakwah lebih ramah dan mudah diterima oleh masyarakat setempat. Dakwah yang dilakukan tidak terlihat seperti menghakimi atau memaksa masyarakat untuk masuk dan mengikuti ajaran Islam. 

Islam tidak membenarkan suatu hal berunsur paksaan agar seseorang masuk dan meyakini Islam. Melalui pendekatan budaya yang dilakukan dapat menyentuh hati masyarakat, sehingga hal tersebut dapat mengajak tanpa adanya unsur paksaan melainkan meyakinkan bahwa Islam merupakan agama yang damai. 

Allah berfirman pada QS. Al-Baqarah ayat 256, menegaskan adanya kebebasan keyakinan karena jalan kebaikan yang telah terlihat jelas. 

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَاۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ 

Artinya: “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam). Sungguh, telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat. Siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah sungguh telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Itulah pembahasan terkait akulturasi budaya yang dianggap musyrik di era sekarang. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, selama tidak merusak akidah dan syariat. 

Baca Juga: Tidak Sengaja Makan Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

Penulis: Lintang Suryaningrum

Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Terlihat Baik, Padahal Toxic: Tanda Pertemanan Toxic Dalam Islam Terlihat Baik, Padahal Toxic: Tanda Pertemanan Toxic Dalam Islam
Next Article 3 Alasan Ngeluh ke Allah Lebih Pas buat Gen Z yang Sering Overthinking 3 Alasan Ngeluh ke Allah Lebih Pas buat Gen Z yang Sering Overthinking

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
Uncategorized

Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?

4 Min Read
Alasan Mengapa Manusia Tidak Pantas Sombong, Bahkan Pada Usaha yang Dikerjakannya!
Uncategorized

Alasan Mengapa Manusia Tidak Pantas Sombong, Bahkan Pada Usaha yang Dikerjakannya!

4 Min Read
Tidak Sengaja Makan Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?
Uncategorized

Tidak Sengaja Makan Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

4 Min Read
Ketika Lebih Mudah Mengkritik daripada Mendoakan: Manfaat Mendoakan Sesama
ArtikelKhazanahOpiniUncategorized

Ketika Lebih Mudah Mengkritik daripada Mendoakan: Manfaat Mendoakan Sesama

3 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?