Beritaislam.com – Di era serba cepat dan penuh tuntutan, Gen Z dikenal sebagai generasi yang akrab dengan overthinking. Mulai dari urusan karier, pertemanan, sampai masa depan yang terasa nggak pasti.
Banyak yang akhirnya memilih curhat ke mana-mana, tapi tetap merasa kosong. Di titik ini, ngeluh ke Allah justru jadi pilihan yang paling masuk akal dan menenangkan.
Alasan Ngeluh ke Allah Lebih Enak
Pertama, Allah senang mendengar hamba-Nya berdoa dan mengadu. Dalam Islam, mengeluh kepada Allah bukan tanda lemah, justru tanda bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
Para nabi terdahulu selalu mengadukan kesedihan dan dukanya pada Allah, sebagaimana yang dicontohkaan Nabi Yaqub AS yang diabadikan dalam surah Yusuf ayat 86.
إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ
Artinya: Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. (QS. Yusuf: 86).
Ayat ini menegaskan pada kita bahwa, sebaik-baiknya tempat mengadu atau mengeluh hanyalah Allah semata. Allah tidak pernah meremehkan doa hamba-Nya, apalagi membandingkan penderitaan satu orang dengan yang lain.
Allah SWT berfirman,
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ١٨٦
Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)
Kedua, ngeluh ke Allah bikin hati lebih lega dan pikiran lebih jernih. Overthinking sering muncul karena semua dipendam sendiri.
Saat seseorang mengadu kepada Allah, hatinya ditenangkan, bebannya terasa dibagi, dan perlahan solusi pun terbuka. Rasulullah SAW bersabda,
الدُّعَاءُ سِلاَحُ المُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّيْنِ وَنُوْرُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ
Artinya: Doa adalah senjata kaum mukminin dan merupakan tiang agama, serta cahaya langit dan bumi. (HR. Al-Hakim)
Di sinilah ngeluh ke Allah bukan cuma pelampiasan, tapi juga jalan keluar.
Ketiga, ngeluh ke Allah sebagai bentuk penyerahan diri yang dapt bernilai ibadah. Setiap doa, setiap keluhan yang disampaikan dengan penuh harap, dicatat sebagai amal.
Allah SWT berfirman,
اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah :153).
Artinya, saat Gen Z mengadu kepada Allah, mereka tidak hanya menenangkan diri, tapi juga sedang menabung kebaikan untuk akhirat.
Pada akhirnya, ngeluh ke Allah bukan berarti menyerah, tapi justru bentuk keberanian Gen Z untuk tetap bertahan, sambil percaya bahwa Allah selalu mendengar tanpa menghakimi.
Baca Juga: Mengelola Overthinking Menurut Perspektif Islam agar Hati Lebih Tenang dan Pikiran Lebih Jernih
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
