Beritaislam.com – Di zaman sekarang, hal dasar yang merupakan kewajiban seorang muslim sering kali dianggap wow dan tidak jarang orang langsung melebelinya sebagai orang yang paham agama dan lainnya.
Inilah potret ketika bare minimum muslim justru tampak menonjol, seolah Islam benar-benar mulai terasa asing.
Rasulullah SAW bersabda,
بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ
Artinya: Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing. (HR. Muslim).
Bare Minimum Seorang Muslim yang Terlihat Istimewa di Zaman Sekarang
Pertama, salat lima waktu. Salat adalah rukun Islam kedua dan kewajiban mutlak bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal.
Namun di zaman sekarang, orang yang konsisten menjaga salat lima waktu sering kali langsung diberi cap alim, taat, atau dianggap “beda sendiri”. Padahal, salat bukan kelebihan, melainkan kewajiban.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa salat adalah pembeda antara iman dan kekufuran.
وَعَنْ جَابِرٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، يَقُولُ : (( إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالكُفْرِ ، تَرْكَ الصَّلاَةِ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Artinya: Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya batas antara seseorang dengan syirik dan kufur itu adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim).
Ketika kewajiban dasar saja sudah terasa berat bagi banyak orang, di situlah bare minimum muslim mulai tampak istimewa.
Kedua, puasa di bulan Ramadhan. Puasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan adalah perintah langsung dari Allah.
Allah SWT berfirman,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS. Al-Baqarah:183).
Namun realitas hari ini menunjukkan, orang yang konsisten berpuasa justru dianggap luar biasa, sementara yang sengaja meninggalkannya sering dimaklumi dengan berbagai alasan duniawi.
Padahal, puasa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk ketaatan dan pengendalian diri yang menjadi fondasi keimanan seorang Muslim.
Ketiga, menunaikan zakat. Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga, bukan sedekah sunnah. Sayangnya, orang yang rutin membayar zakat sering dipuji berlebihan, seolah melakukan sesuatu yang spesial.
Allah SWT berfirman,
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ٤٣
Artinya: Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk. (QS. Al- Baqarah: 43)
Ketika kewajiban ini justru terasa berat dan jarang dilakukan, maka wajar jika bare minimum muslim terlihat menonjol.
Jadi, itulah beberapa hal bere minimum seorang muslim yang seharusnya dilakukan karena kewajiban sebagai seorang muslim, bukan untuk menunggu menjadi orang baik baru mau menunaikannya.
Fenomena ini sejalan dengan sabda Nabi bahwa Islam akan datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing maka berbahagilah mereka yang asing.
Baca Juga: 3 Alasan Ngeluh ke Allah Lebih Pas buat Gen Z yang Sering Overthinking
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
