Beritaislam.com– Dalam hidup, pertemanan bukan sekadar soal siapa yang paling sering hadir, tapi siapa yang paling berpengaruh pada arah hati. Tanpa disadari, lingkungan pertemanan bisa menjadi sebab pertemanan membawa kita mendekat ke Allah, atau justru perlahan menjauh.
Karena itu, penting bagi seorang Muslim untuk jujur melihat: apakah lingkar pertemanan yang dimiliki hari ini benar-benar membawa kebaikan iman.
Tanda Pertemanan Membawa Kita Mendekat ke Allah
Tanda paling jelas adalah ketika kehadiran teman membuat kita lebih ingat Allah. Bukan lewat ceramah panjang, tetapi melalui kebiasaan kecil. Pertemanan seperti ini terasa menenangkan karena obrolannya tidak selalu soal dunia, namun juga menyentuh akhirat.
Dalam lingkungan seperti ini, mengingat Allah terasa wajar, bukan sesuatu yang canggung.
Tanda berikutnya, teman tidak menertawakan ketaatan, tapi justru menjaganya. Ketika memilih salat tepat waktu, atau ingin memperbaiki diri, teman-teman yang baik tidak mencibir atau mengejek.
Mereka mungkin tidak selalu sempurna, atau lamgsung mengikuti, tetapi tidak pernah menjadikan kebaikan sebagai bahan candaan. Inilah pertemanan yang pelan-pelan membantu seseorang untuk mendekat ke Allah.
Selain itu, pertemanan yang sehat membuat kita lebih hati-hati dalam bersikap. Ada rasa sungkan untuk berbuat salah karena sadar bahwa teman-teman di sekitar menghargai nilai kebaikan.
Rasulullah mengingatkan bahwa seseorang akan mengikuti agama temannya, sehingga memilih lingkungan yang baik adalah bentuk penjagaan diri.
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
Artinya: Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk. (HR. Bukhari dan Muslim).
Tanda lain yang sering dirasakan adalah hati menjadi lebih tenang, bukan semakin gelisah. Pertemanan yang membawa mendekat ke Allah tidak membuat overthinking berlebihan atau rasa bersalah berkepanjangan, melainkan mendorong untuk kembali dan memperbaiki diri saat salah.
Pada akhirnya, pertemanan ymembawa kita mendekat ke Allah bukan berarti selalu nyaman dan menyenangkan. Terkadang, justru ada nasihat yang menusuk, teguran yang tidak enak, namun itulah bentuk cinta yang paling jujur dalam iman.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
