Beritaislam.com – Belakangan ini istilah satanic muncul di berbagai pembahasan, mulai dari budaya populer, musik, hingga isu spiritual. Istilah ini sering dikaitkan dengan penyembahan iblis, ritual sesat, dan ajaran menyimpang.
Satanic sendiri diambil dari kata satan yang berarti setan atau iblis. Istilah ini tidak digunakan secara langsung di dalam Al-Quran, namun konsepnya dikenal dengan istilah iblis, syaitan, dan thaghut.
Dalam Islam, satanic merupakan ajaran, perilaku, dan keyakinan yang mengikuti jalan iblis dan jauh dari ajaran Allah SWT. Dalam firman Allah QS. Fathir ayat 6
اِنَّ الشَّيْطٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّاۗ اِنَّمَا يَدْعُوْا حِزْبَهٗ لِيَكُوْنُوْا مِنْ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِۗ
Artinya: “Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Maka, perlakukanlah ia sebagai musuh! Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni (neraka) Sa‘ir (yang menyala-nyala).”
Bentuk Satanic dalam Islam
Menurut Islam satanic tidak selalu dengan ritual khusus, namun dapat muncul dalam berbagai aspek kehidupan. Melakukan kesyirikan dan penyembahan selain Allah merupakan bagian dari satanic. Syirik sama halnya dengan menyekutukan Allah, hal tersebut merupakan dosa paling besar.
Praktek syirik yaitu seperti menyembah makhluk gaib, meminta pertolongan bukan pada Allah melainkan pada jin, kemudian percaya pada jimat dan pesugihan. Seseorang yang meninggal dalam keadaan masih syirik dan belum bertaubat, dosanya tidak akan diampuni.
Praktek sihir dan perdukunan sering melibatkan bantuan jin dan setan dalam prakteknya. Menganggap dosa sebagai hal biasa, bahkan menjadi gaya hidup merupakan bentuk dari pengaruh satanic.
قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْاِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَاَنْ تُشْرِكُوْا بِاللّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, dan perbuatan melampaui batas tanpa alasan yang benar. (Dia juga mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan bukti pembenaran untuk itu dan (mengharamkan) kamu mengatakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf: 33)
Dalam prakteknya biasanya menggunakan simbol atau aktivitas yang secara jelas menghina agama dan mengagungkan iblis. Dalam Islam segala bentuk ajaran dalam praktek ini hukumnya adalah haram dan dosa besar. Seseorang yang mengikuti ajaran ini dan mengamalkannya, maka bisa keluar dari akidah dan Islam.
Itulah pembahasan tentang satanic, sebagai umat Islam wajib untuk menjauhi segala bentuk kesyirikan. Dengan ilmu keimanan, seorang muslim akan tetap teguh di jalan yang lurus.
Baca Juga: Terbongkarnya Epstein Files: Makna QS. At-Thariq Ayat 9 dalam Islam
Penulis: Lintang Suryaningrum
