Beritaislam.com – Negara Indonesia telah dijajah kurang lebih selama 350 tahun lamanya dan dengan semangat perjuangan pahlawan, akhirnya Indonesia resmi merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukan hanya bentuk simbolis melainkan juga hal yang sakral.
Merayakan hari kemerdekaan bukan lagi menjadi hal yang baru di Indonesia sebab setiap tahunnya seluruh daerah di Indonesia mengadakan kegiatan perayaan hari kemerdekaan sebagai bentuk mengenai jasa para pahlawan yang gugur supaya tetap mengingat perjuangannya.
Bagaimana pandangan Islam mengenai perayaan hari kemerdekaan ini? Yuk simak!
Merayakan Hari Kemerdekaan, Bagaimana Pandangan Islam?
17 Agustus 1945 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia karena berhasil merdeka dan bebas dari belenggu para penjajah. Sudah sepatutnya kita dapat bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang masih bisa kita rasakan hingga hari ini.
Sebagai umat Islam, mensyukuri nikmat pemberian dari Allah SWT bukan hanya sebuah bentuk kesadaran melainkan juga termasuk bentuk ibadah yang Allah SWT perintahkan kepada hamba-Nya.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 172)
Apabila merayakan hari kemerdekaan merupakan sebagai sebuah bentuk ibadah dan wujud syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT, maka mencintai tanah air (hubbul wathan) merupakan anjuran langsung dari Rasulullah SAW.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai tanah kelahirannya. Bahkan, ketika Rasulullah SAW hendak hijrah ke Madinah, Beliau mengungkapkan betapa berat meninggalkan tanah airnya, yaitu kota Makkah.
“Demi Allah, sesungguhnya engkau (wahai Makkah), adalah sebaik-baiknya bumi Allah dan bumi yang paling Allah cintai. Kalau bukan karena aku diusir darimu, niscaya aku tidak akan pernah keluar.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)
Cara Mencintai Tanah Air Sesuai dengan Agama Islam
Berikut ini cara yang dapat dilakukan dalam mencintai tanah air agar tetap sesuai dengan syariat Islam:
1. Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan
Merayakan hari kemerdekaan yang kita lakukan setiap tahunnya juga termasuk dalam bentuk terima kasih kepada perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam perang kemerdekaan demi bangsa Indonesia.
Namun, merayakan hari kemerdekaan bukan hanya sekedar ajang mencari kesenangan belaka, melainkan lebih dari itu. Merayakan hari kemerdekaan akan bermanfaat untuk kebaikan diri, masyarakat, maupun bangsa.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin berkata:
“Syukur merupakan memanfaatkan seluruh nikmat Allah SWT sesuai dengan tujuan penciptaannya.”
2. Menjaga Persatuan dan Keamanan
Negara merupakan penopang keberlangsungan agama. Oleh karena itu, mencintai negara (tanah air) adalah bagian dari menjaga iman.
Imam Al-Ghazali berkata:
“Agama dan negara adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi, dan negara adalah penjaganya. Sesuatu tanpa penjaga akan hilang, dan sesuatu tanpa pondasi akan runtuh.”
3. Senantiasa Berbuat Baik Bagi Negeri
Ibnu Al-Qayyim berkata:
“Nikmat terbesar setelah iman adalah aman dan merdeka. Maka cintailah negeri ini dengan amal saleh dan menjaga persatuan umat.”
Berbuat baik untuk negeri ada berbagai macam bentuknya. Cara sederhana yang dapat kita lakukan yakni dengan menjaga hukum negara, merawat lingkungan, mempererat toleransi, dan meningkatkan kualitas diri atau dengan cara lainnya.
Itulah tadi pembahasan mengenai hukum merayakan hari kemerdekaan dalam pandangan Islam. Merayakan hari kemerdekaan hukumnya diperbolehkan asalkan dengan niat dan tujuan yang baik bukan untuk merugikan orang lain.
Baca Juga: Kritik yang Baik dalam Islam, Tidak Merendahkan Martabat dan Kehormatan Orang Lain
Penulis: Suci Wulandari
