Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Alasan Mengapa Manusia Tidak Pantas Sombong, Bahkan Pada Usaha yang Dikerjakannya!

Uncategorized

Alasan Mengapa Manusia Tidak Pantas Sombong, Bahkan Pada Usaha yang Dikerjakannya!

Annisa Adelina
Last updated: 2026/02/05 at 1:54 PM
Annisa Adelina
Share
Alasan Mengapa Manusia Tidak Pantas Sombong, Bahkan Pada Usaha yang Dikerjakannya!
SHARE

Beritaislam.com – Tahukah kamu alasan mengapa manusia tidak pantas sombong? Dalam kehidupan modern yang serba kompetitif, keberhasilan sering kali dipersepsikan sebagai hasil murni dari kerja keras manusia. Banyak manusia yang merasa terlena dengan semua ini dan dengan bangga berkata, “kesuksesanku berasal dari usahaku sendiri.” 

Perasaan semacam ini jika dibiarkan terlalu jauh bisa berakibat fatal pada hati manusia yaitu dapat melahirkan perasaan sombong, merasa mampu mencapaian karier, kecerdasan, dan harta kerap dijadikan tolok ukur nilai diri. Padahal sifat sombong dalam Islam sangat dibenci dan dapat menjadi tirai penghalang manusia masuk ke surga.

فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَ

Artinya: Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya! (Al-A’râf:13).

Alasan Manusia Tidak Pantas Sombong

Pertama manusia tidak pantas sombong, karena tanpa izin Allah, seluruh usaha yang dikerjakan tidak akan pernah memiliki arti. Sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Al-Quran,

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ۝١١

Artinya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui Segala sesuatu. (QS. At-Taghabun: 11).

Kerja keras, strategi matang, dan pengorbanan besar sekalipun tidak akan membuahkan hasil apabila Allah tidak meridhainya. Banyak orang berusaha dengan cara yang sama, namun hanya sebagian yang berhasil. Di titik ini, manusia seharusnya sadar bahwa ada campur tangan kekuasaan Allah di balik setiap keberhasilan yang tampak.

Kedua, semua yang ada pada diri manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Harta, jabatan, kesehatan, bahkan kecerdasan bukanlah milik mutlak manusia. Semua itu bisa diambil kembali kapan saja tanpa bisa ditolak. 

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُࣖ ۝١٠٩

Artinya: Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (QS. Ali Imran: 109).

Ketika seseorang menyombongkan kepintaran atau pencapaiannya, ia lupa bahwa dalam sekejap Allah mampu menghilangkan nikmat tersebut dan menjadikannya tak berdaya.

Contohnya nyatanya, seorang yang awalnya sangat pintar dalam sekejap ia mengalami kecelakaan dan semua kecerdasannya menghilang. Ini merupakan salah satu contoh bahwa apa yang ada pada diri kita sejatinya hanyalah titipan yang bisa Allah ambil kapan pun. 

Ketiga, manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah. Ia bisa berdiri, berpikir, dan bertindak hanya karena Allah yang menyanggupinya. Bahkan untuk bernapas dan menjaga jantung tetap berdetak pun manusia tidak memiliki kuasa penuh. Kesadaran ini seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan.

Maka, memahami bahwa manusia tidak pantas sombong adalah bagian dari menjaga akhlak dan keimanan. Jadi, itulah beberapa alasan mengapa manusia tidak pantas untuk sombong. Keberhasilan sejati bukan terletak pada seberapa tinggi manusia memandang dirinya, melainkan seberapa dalam ia menyadari ketergantungannya kepada Allah.

Baca Juga: Cara Menerapkan Deep Work sebagai Benteng dari Kelalaian

Editor: Annisa Adelina Sumadilah.

Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Cara Mengelola Malam Hari Menentukan Kehidupan dan Banyak Perubahan dalam Kehidupan: Makna Surat Ad-Dzariyat Cara Mengelola Malam Hari Menentukan Kehidupan dan Banyak Perubahan dalam Kehidupan: Makna Surat Ad-Dzariyat
Next Article Terbongkarnya Epstein Files: Makna QS. At-Thariq Ayat 9 dalam Islam Terbongkarnya Epstein Files: Makna QS. At-Thariq Ayat 9 dalam Islam

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
Uncategorized

Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?

4 Min Read
Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik, Peran Pentingnya dalam Penyebaran Islam
Uncategorized

Akulturasi Budaya Dianggap Musyrik, Peran Pentingnya dalam Penyebaran Islam

4 Min Read
Tidak Sengaja Makan Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?
Uncategorized

Tidak Sengaja Makan Makanan Haram, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

4 Min Read
Ketika Lebih Mudah Mengkritik daripada Mendoakan: Manfaat Mendoakan Sesama
ArtikelKhazanahOpiniUncategorized

Ketika Lebih Mudah Mengkritik daripada Mendoakan: Manfaat Mendoakan Sesama

3 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?