Beritaislam.com – Tahukah kamu alasan mengapa manusia tidak pantas sombong? Dalam kehidupan modern yang serba kompetitif, keberhasilan sering kali dipersepsikan sebagai hasil murni dari kerja keras manusia. Banyak manusia yang merasa terlena dengan semua ini dan dengan bangga berkata, “kesuksesanku berasal dari usahaku sendiri.”
Perasaan semacam ini jika dibiarkan terlalu jauh bisa berakibat fatal pada hati manusia yaitu dapat melahirkan perasaan sombong, merasa mampu mencapaian karier, kecerdasan, dan harta kerap dijadikan tolok ukur nilai diri. Padahal sifat sombong dalam Islam sangat dibenci dan dapat menjadi tirai penghalang manusia masuk ke surga.
فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَ
Artinya: Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya! (Al-A’râf:13).
Alasan Manusia Tidak Pantas Sombong
Pertama manusia tidak pantas sombong, karena tanpa izin Allah, seluruh usaha yang dikerjakan tidak akan pernah memiliki arti. Sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam Al-Quran,
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ١١
Artinya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui Segala sesuatu. (QS. At-Taghabun: 11).
Kerja keras, strategi matang, dan pengorbanan besar sekalipun tidak akan membuahkan hasil apabila Allah tidak meridhainya. Banyak orang berusaha dengan cara yang sama, namun hanya sebagian yang berhasil. Di titik ini, manusia seharusnya sadar bahwa ada campur tangan kekuasaan Allah di balik setiap keberhasilan yang tampak.
Kedua, semua yang ada pada diri manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT. Harta, jabatan, kesehatan, bahkan kecerdasan bukanlah milik mutlak manusia. Semua itu bisa diambil kembali kapan saja tanpa bisa ditolak.
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاِلَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُمُوْرُࣖ ١٠٩
Artinya: Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan. (QS. Ali Imran: 109).
Ketika seseorang menyombongkan kepintaran atau pencapaiannya, ia lupa bahwa dalam sekejap Allah mampu menghilangkan nikmat tersebut dan menjadikannya tak berdaya.
Contohnya nyatanya, seorang yang awalnya sangat pintar dalam sekejap ia mengalami kecelakaan dan semua kecerdasannya menghilang. Ini merupakan salah satu contoh bahwa apa yang ada pada diri kita sejatinya hanyalah titipan yang bisa Allah ambil kapan pun.
Ketiga, manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah. Ia bisa berdiri, berpikir, dan bertindak hanya karena Allah yang menyanggupinya. Bahkan untuk bernapas dan menjaga jantung tetap berdetak pun manusia tidak memiliki kuasa penuh. Kesadaran ini seharusnya melahirkan kerendahan hati, bukan kesombongan.
Maka, memahami bahwa manusia tidak pantas sombong adalah bagian dari menjaga akhlak dan keimanan. Jadi, itulah beberapa alasan mengapa manusia tidak pantas untuk sombong. Keberhasilan sejati bukan terletak pada seberapa tinggi manusia memandang dirinya, melainkan seberapa dalam ia menyadari ketergantungannya kepada Allah.
Baca Juga: Cara Menerapkan Deep Work sebagai Benteng dari Kelalaian
Editor: Annisa Adelina Sumadilah.
