Beritaislam.com – Memaafkan adalah salah satu perbuatan mulia yang sangat Allah SWT cintai. Oleh karena itu tidak semua orang dapat memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakitinya terutama jika perasaannya dilukai terlalu dalam.
Namun dalam Islam, memaafkan adalah salah satu anjuran yang harus dilakukan karena memiliki banyak keutamaan. Perihal menerima kesalahan bukan berarti hanya menghilangkan amarah dan kebencian tetapi juga menerima dengan hati yang lapang dan ikhlas.
Alasan Tetap Memaafkan Meskipun Sering Disakiti
Islam merupakan agama yang senantiasa mengajarkan umat-Nya untuk menjaga hubungan baik dengan sesama saudara seimannya. Menerima kesalahan orang lain begitu saja tidak selalu membuktikan kita membenarkan apa hal yang dilakukan, tetapi juga demi menjaga hati agar tetap bersih.
Berikut ini adalah alasan kita tetap memaafkan orang lain meskipun sering disakiti:
1. Karena Allah SWT Maha Pemaaf
Seberapa besar dosa seorang hamba, bila ia niat untuk memperbaiki dan bertaubat, maka Allah SWT akan memaafkan dan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat. Jika Allah SWT saja memaafkan hamba-Nya, lantas mengapa kita tidak bisa melakukan hal tersebut?
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ وَمَنْ يَّتَّبِعْ خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ فَاِنَّهٗ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهٗ مَا زَكٰى مِنْكُمْ مِّنْ اَحَدٍ اَبَدًاۙ وَّلٰكِنَّ اللّٰهَ يُزَكِّيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan! Siapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh (manusia mengerjakan perbuatan) yang keji dan mungkar. Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu, niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya. Akan tetapi, Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nur: 22)
2. Memaafkan Membuat Hati Menjadi Tenang
Salah satu bentuk keberhasilan seseorang telah ikhlas memaafkan kesalahan yang orang lain perbuat adalah ditandai dengan hatinya yang semakin tenang.
Padahal ada banyak cara untuk membenci atau membalas dendam, tetapi ketika menerimanya dengan ikhlas maka itulah keberhasilannya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Bukanlah kekuatan itu dengan cepat marah, tetapi kekuatan adalah yang mampu mengendalikan dirinya saat marah.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
3. Membuka Pintu Rezeki
Bahkan, sekali saja kita memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti perasaan kita, maka Allah SWT juga akan membuka pintu rezeki dan memberikan banyak kebahagiaan yang tidak kita sangka.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah tidak akan mengurangi harta, dan Allah SWT tidak menambah kepada seorang hamba yang memberi maaf kecuali kemuliaan.” (Hadist Riwayat Muslim)
4. Menyambung Tali Silaturahmi
Dengan kita memaafkan kesalahan orang lain yang telah menyakiti hati kita, maka secara tidak langsung kita telah mengikuti ajaran Islam yang dimana agama Islam menganjurkan jika umat-Nya senantiasa dapat menyambung tali silaturahmi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak halal bagi seorang Muslim meninggalkan saudaranya (tidak bertegur sapa) lebih dari tiga hari.” (Hadist Bukhari dan Muslim)
5. Termasuk Golongan Orang yang Bertakwa
Setiap orang Islam pasti berharap jika masuk kedalam golongan orang-orang yang bertakwa. Oleh karena itu, orang yang menerima kesalah orang lain dengan lapang dada dan ikhlas termasuk kedalam golongan orang yang bertakwa.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-Imran: 134)
Itulah tadi pembahasan mengenai alasan tetap memaafkan orang lain meskipun sering disakiti. Perihal memaafkan bukan berarti kita kalah tetapi tentang bagaimana cara kita untuk mengelola batin dan pikiran supaya tidak dipenuhi dengan rasa kebencian dan dendam.
Baca Juga: Memutus Tali Silaturahmi Sesama Muslim? Inilah 6 Dampaknya!
Penulis: Suci Wulandari
