Beritaislam.com – Sebagai umat muslim doa merupakan bentuk komunikasi langsung antara manusia dengan Allah SWT, terkadang doa tersebut tidak terkabul dan berpikir bahwa dosa menjadi penghalang doa. Islam menganjurkan untuk selalu berdoa dan melibatkan Allah dalam segala keadaan.
Terkait doa yang tidak terkabulkan terdapat penjelasan yang jelas berdasarkan Al-Quran dan Hadits. Allah tidak pernah menutup pintu doa bagi siapapun. Setiap hamba yang memanjatkan doa akan didengar oleh Allah SWT.
وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
Artinya: Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Maka, hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah: 186)
Dosa Menjadi Penghalang Doa?
Allah memanglah maha pendengar, namun Islam mengajarkan bahwa dosa dan maksiat dapat menjadi penghalang doa. Dosa tidak hanya berdampak pada perbuatan yang telah kita lakukan, tetapi juga berdampak pada hati. Hati yang sering melakukan maksiat akan menjadi keras dan jauh dari yang namanya keikhlasan.
كَلَّا بَلْࣝ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: “Sekali-kali tidak! Bahkan, apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)
Namun perlu diketahui bahwa tidak semua doa yang belum terkabul pasti ditolak, dosa tidak selalu menjadi penghalang doa namun bisa jadi doa tersebut akan terkabul di waktu yang tepat. Karena di dalam Islam, doa bisa saja langsung dikabulkan namun bisa juga ditunda hingga waktu yang terbaik. Allah SWT maha mengetahui kapan waktu yang tepat untuk mengabulkan doa tersebut.
Doa yang tidak terkabul juga bisa jadi diganti dengan pahala atau dihindarkan dari musibah. Hal ini menunjukkan bahwasanya setiap doa yang dipanjatkan pasti membawa kebaikan, meskipun hasil doa tersebut tidak selalu sesuai dengan harapan.
Jika merasa bahwa doa yang kita panjatkan terhalang oleh dosa, maka solusi yang dapat kita lakukan hanyalah bertaubat. Allah sangat mencintai pada hambanya yang mau kembali padanya. Taubat yang dilakukan secara tulus dapat membersihkan hati dan membuka pintu keberkahan.
Islam juga mengajarkan tentang bagaimana adab yang benar untuk berdoa, agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan. Seperti berdoa dengan ikhlas tanpa adanya niat memaksa dan percaya bahwa apa yang Allah beri adalah yang terbaik. Sebelum langsung meminta, dianjurkan untuk memuji Allah terlebih dahulu yang dilanjut dengan shalawat Nabi.
Usai memanjatkan doa, perlu adanya keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Ketika berdoa, hati harus yakin bahwa Allah mendengar apa yang kita doakan dan akan memberi yang terbaik menurut Allah.
Terdapat waktu yang mustajab untuk berdoa, yaitu pada saat sepertiga malam di antara pukul 02.00 – 04.30 sebelum waktu subuh tiba. Kemudian berdoa setiap selesai sholat terutama setelah subuh, maghrib, isya. Konon berdoa saat turunnya hujan juga termasuk mustajab, dan juga pada hari jumat terutama sebelum maghrib.
Meskipun seseorang memiliki banyak dosa, namun Allah melarang umatnya untuk berputus asa. Seseorang yang memiliki niat dan mau memperbaiki diri untuk kembali pada Allah, maka pintu ampunan dan doa akan selalu terbuka.
Itulah pembahasan terkait dosa yang menjadi penghalang doa dan penjelasannya dalam Islam. Dosa dapat menjadi penyebab penghalang doa, namun bukan berarti Allah menutup pintu taubat bagi hambanya yang berdosa.
Baca Juga: Perjalanan Kisah Ratu Balqis: Hikmah, dan Pelajaran Iman
Penulis: Lintang Suryaningrum
