Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Dampak dari Fenomena Jatah Mantan - Fenomena “Jatah Mantan” Sebelum Menikah: Ketika Manusia Jadi Budak Nafsu

ArtikelKhazanahOpini

Fenomena “Jatah Mantan” Sebelum Menikah: Ketika Manusia Jadi Budak Nafsu

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/29 at 2:26 PM
Annisa Adelina
Share
Fenomena “Jatah Mantan” Sebelum Menikah: Ketika Manusia Jadi Budak Nafsu
SHARE

Beritaislam.com – Fenomena “jatah mantan” kian sering terdengar di tengah pergaulan modern. Mirisnya, fenomena ini lahir sebagai bentuk “perpisahan dengan mantan” sebelum menikah. 

Pola relasi semacam ini menunjukkan bagaimana nafsu sering kali dibungkus dengan alasan perasaan, hingga manusia tanpa sadar menormalisasi perbuatan yang jelas dilarang agama. Fenomena ini bukan hanya persoalan moral pribadi, tetapi juga menyentuh aspek iman dan tatanan sosial yang lebih luas.

Dampak dari Fenomena Jatah Mantan

Pertama, dosa zina. Fenomena jatah mantan pada hakikatnya membuka pintu zina, baik secara fisik maupun menuju ke arahnya.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةًۗ وَسَاۤءَ سَبِيْلًا ۝٣٢

Artinya: Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk. (QS. Al-Isra: 32).

Ayat ini jelas Allah mengharamkan sesuatu yang mendekati zina apalagi zina. 

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa dalam setiap anggota tubuh manusia berpeluang adanya pintu zina. 

الحديث الأول عن عبد الله بن عباس قال ما رأيت شيئاً أشبه باللمم مما قال أبو هريرة إن النبي {صلى الله عليه وسلم} قال إن الله كتب على ابن آدم حظه من الزنا أدرك ذلك لا محالة فزنا العينين النظر وزنا اللسان النطق والنفس تمنى وتشتهي والفرج يصدق ذلك أو يكذبه

Artinya, “Hadits pertama dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwa aku tidak melihat sesuatu yang lebih mirip dengan ‘kesalahan kecil’ daripada hadits riwayat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Allah telah menakdirkan anak Adam sebagian dari zina yang akan dialaminya, bukan mustahil. Zina kedua mata adalah melihat. Zina mulut adalah berkata. Zina hati adalah berharap dan berkeinginan. Sedangkan alat kelamin itu membuktikannya atau mendustakannya,’” (HR Bukhari, Muslim).

Kedua, hubungan suami istri menjadi tidak sakral bagi pelaku zina. Dan bahkan jika zina terjadi sebelum adanya pernikahan, maka ini dapat mengkontaminasi hubungan yang halal.

Ketika hubungan intim dilakukan di luar ikatan halal, pernikahan kelak berpotensi kehilangan makna kesucian. Ikatan suami istri tidak lagi dipandang sebagai ibadah, melainkan sekadar pemenuhan kebutuhan biologis yang sebelumnya sudah biasa dilakukan.

Ketiga, merusak moral dan agama. Fenomena jatah mantan menumpulkan rasa bersalah dan mengaburkan batas halal dan haram. Jika dibiarkan, masyarakat akan semakin permisif terhadap kemaksiatan, dan nilai agama perlahan tergeser oleh pembenaran nafsu.

Keempat, dikhawatirkan kebingungan tentang nasab anak. Dalam Islam, nasab adalah perkara besar yang dijaga dengan ketat. 

Hubungan di luar nikah berpotensi menimbulkan kekacauan nasab, yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga oleh anak yang bahkan tidak tahu apa pun.

Fenomena jatah mantan bukan sekadar urusan perasaan, melainkan cermin ketika manusia mulai tunduk pada nafsu dan mengesampingkan aturan Allah, yang tentunya harus kita hindari sebagai seorang muslim. 

Jangan sampai pernikahan yang sakral ternodai oleh fenomena yang sembunyi dalam bilik biar setelah nikah gak kepikiran lagi. Ini tipu daya setan.

Islam hadir bukan untuk mengekang, tetapi untuk menjaga kehormatan dan masa depan manusia. 

Baca Juga: Islam KTP : Bahaya Ketika Agama Hanya Dijadikan Warisan

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Dampak dari Fenomena Jatah Mantan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Ketika Allah Tidak Dilibatkan dalam Keputusan: Ini Dampaknya… Ketika Allah Tidak Dilibatkan dalam Keputusan: Ini Dampaknya…
Next Article Azazil Leader of Heaven: Asal Usul Iblis dalam Islam Azazil Leader of Heaven: Asal Usul Iblis dalam Islam

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?