Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Maksiat Urusan Pribadi yang Dipublish - Fenomena Menganggap Maksiat Urusan Pribadi, tapi Kok Diumbar di Sosial Media?

ArtikelKhazanahOpini

Fenomena Menganggap Maksiat Urusan Pribadi, tapi Kok Diumbar di Sosial Media?

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/29 at 2:39 PM
Annisa Adelina
Share
Fenomena Menganggap Maksiat Urusan Pribadi, tapi Kok Diumbar di Sosial Media?
SHARE

Beritaislam.com – Media sosial yang awalnya menjadi sarana berbagi kabar dan inspirasi, kini juga dipenuhi oleh konten yang mempertontonkan perbuatan maksiat secara terang-terangan. 

Ironisnya, saat banyak nasihat yang datang, tak sedikit pelaku berdalih bahwa apa yang mereka lakukan adalah “urusan pribadi”. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang terhadap dosa. 

Maksiat Urusan Pribadi yang Dipublish

Anggapan bahwa maksiat adalah urusan pribadi sering kali digunakan untuk membungkam kritik dan nasihat. Seolah-olah selama tidak mengganggu orang lain secara langsung, perbuatan dosa bebas dipamerkan. 

Maksiat tidak lagi dianggap sebagai aib yang harus ditutupi dan disesali, melainkan konten yang bisa dikemas, dipoles, lalu dikonsumsi publik. Padahal dalam Islam, rasa malu adalah bagian dari iman, dan menjaga aib diri sendiri merupakan bentuk rahmat Allah yang seharusnya disyukuri, bukan dirusak dengan pamer keburukan.

Ketika maksiat diunggah ke media sosial, ia tidak lagi bersifat pribadi. Ia berubah menjadi tontonan publik yang berpotensi ditiru, dinormalisasi, bahkan dibenarkan oleh orang lain.

Lebih dari itu, mengumbar maksiat di media sosial dapat mematikan sensitivitas iman, baik bagi pelaku maupun penontonnya. Hati menjadi terbiasa melihat dosa, rasa takut kepada Allah perlahan memudar, dan yang salah terasa wajar. 

Rasulullah SAW mengingatkan agar senantiasa menjaga diri dari bangga terhadap dosa atau maksiat yang dilakukan. 

Rasulullah SAW bersabda, 

كُلُّ أُمَّتِى مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِينَ ، وَإِنَّ مِنَ الْمَجَانَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ ، فَيَقُولَ يَا فُلاَنُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Artinya: Setiap ummatku dimaafkan, kecuali orang yang terang-terangan dalam bermaksiat. Sesungguhnya, termasuk menampakkan kemaksiatan adalah seseorang berbuat suatu perbuatan maksiat di malam hari kemudian di pagi harinya dia menceritakan perbuatannya tersebut, padahal Allah sendiri telah menutupinya. Dia mengatakan, ‘Hai Fulan! Tadi malam saya berbuat demikian dan demikian.’ Sepanjang malam Tuhannya telah menutupi aibnya, tetapi ketika pagi hari dia justru membuka penutup yang telah Allah tutupkan padanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan ingatlah setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk apa yang disebarkan melalui lisan dan tulisan.

Di tengah budaya pamer maksiat urusan pribadi, sikap paling selamat adalah menahan diri, menutup aib, dan memperbanyak muhasabah. 

Jika terjatuh dalam dosa, Islam mengajarkan untuk segera bertaubat, bukan mengumumkan maksiat seolah itu prestasi. Media sosial seharusnya menjadi ladang kebaikan, bukan etalase kemaksiatan yang dibungkus dalih “urusan pribadi”.

Baca Juga: Kamis dalam Islam: 3 Rekomendasi Amalan yang Dianjurkan di Hari Kamis

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Maksiat Urusan Pribadi yang Dipublish, maksiat
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Jilbab Sebagai Fashion: Apa Dampak Positifnya? Jilbab Sebagai Fashion: Apa Dampak Positifnya?
Next Article Fenomena Takut Menasihati karena Takut Dijauhi: Apa yang Harus Dilakukan? Fenomena Takut Menasihati karena Takut Dijauhi: Apa yang Harus Dilakukan?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?