Beritaislam.com – Di era saat ini, segala informasi lebih mudah didapatkan dengan cara instan yaitu hanya melihat dari media sosial. Tak jarang, saat ini banyak berkembang content creator yang dibalut dengan konten-konten agama dan hijrah namun isinya hanya perihal pasangan bukannya menasehati kebaikan lainnya tentang agama.
Content creator berkedok hijrah ini semakin merajalela di media sosial bahkan tak jarang banyak yang justru melenceng dari syariat Islam. Tak sedikit pula banyak wanita bercadar live tengah malam sambil diiringi musik, wanita menampilkan konten agama dibalut dengan busana yang tak pantas, dan sebagaimana.
Bagaimana pandangan Islam mengenai hal ini? Yuk simak!
Hukum Content Creator Berkedok Hijrah
Saat ini banyak content creator terutama dari kalangan anak muda yang menyerukan kampanye tentang hijrah dalam Islam namun topiknya selalu hanya perihal pasangan, jodoh, dan tidak jauh-jauh dari pembahasan mengenai lawan jenis.
Tak sedikit pula content creator berkedok hijrah yang tampak aktif dalam dakwah dan menyebarkan agama di media sosial pribadinya namun dalam kehidupan sehari-harinya justru jauh dari nilai-nilai yang ia sebarkan.
Allah SWT telah memperingatkan di dalam Al-Qur’an:
اَتَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ اَنْفُسَكُمْ وَاَنْتُمْ تَتْلُوْنَ الْكِتٰبَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
Artinya: “Mengapa kamu menyuruh orang lain untuk (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca suci (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-Baqarah: 44)
Diriwayatkan dari As-Suddi: “Mereka menyuruh orang untuk taat kepada Allah SWT dan bertakwa kepada-Nya, namun mereka sendirilah justru yang melanggar perintah itu.”
Content creator berkedok hijrah memanglah tampak terlihat saleh jika berada di depan umum atau media sosial, tetapi ia lupa jika sering kali juga larut dalam dosa yang ia lakukan sendiri tanpa disadari.
Ia terlalu menggebu-gebu dalam mengajak kebaikan tetapi konten yang ditampilkan hanya seputar lawan jenis bukan kebaikan Islam yang lainnya. Content creator berkedok hijrah selalu terlihat semangat dalam mengajak orang untuk menuju surga sedangkan ia lupa untuk memantaskan dirinya sendiri agar meraih surga tersebut.
Sebelum zaman ini terjadi, Rasulullah SAW telah terlebih dahulu mengabarkan “Sungguh bahwa akan ada orang yang sepanjang hidupnya terlihat seperti ahli surga menurut pandangan manusia, namun sebenarnya ia adalah penghuni neraka karena akan mati dalam keadaan su’ul khatimah (dalam keadaan yang sangat buruk). (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Jika seseorang melakukan kebaikan hanya untuk mendapatkan validasi orang lain, maka hal ini sama sekali tidak benar. Maka tentu saja jika hukum content creator berkedok hijrah masa kini adalah hal yang dilarang dalam Islam.
Ketika memang niat untuk menyebarkan kebaikan, maka mulailah dari diri sendiri terlebih dahulu sebelum akan menasehati orang lain.
Segala sesuatu Allah SWT akan nilai tergantung dari niatnya. Jika niat tersebut bukan untuk tujuan yang baik, maka tentu saja bukan mendapatkan pahala justru akan menjerumuskan pada dosa.
Sebelum menasehati orang lain, hendaknya juga kita bisa tegas untuk memperbaiki diri sendiri. Jika nasehat tadi hanya untuk sebuah konten dengan tujuan mendapatkan banyak penonton atau penyuka, maka sungguh hal tersebut sangatlah merugi.
Itulah tadi mengenai hukum content creator berkedok hijrah masa kini dalam pandangan Islam. Pada dasarnya, Allah SWT akan menilai seseorang dari hatinya. Ini juga bisa menjadi pengingat dan tamparan bagi diri sendiri jika setiap kebaikan dilakukan dengan tujuan tidak baik, maka hasilnya juga tidak akan baik.
Ketika dakwah hanya untuk menjadikan sebuah tren di kalangan anak muda supaya mendapatkan validasi, maka hal itu akan menjerumuskannya dalam rusaknya iman.
Baca Juga: Fenomena Open Marriage: Saat Manusia Mulai Menanggalkan Akal dan Fitrah
Penulis: Suci Wulandari
