Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - cinta tanah air - Merayakan Hari Kemerdekaan, Sebuah Ibadah atau Hanya Tradisi Semata? Inilah Pandangan Islam!

Hukum IslamInfo Islami

Merayakan Hari Kemerdekaan, Sebuah Ibadah atau Hanya Tradisi Semata? Inilah Pandangan Islam!

Suci Wulandari
Last updated: 2026/02/10 at 2:36 PM
Suci Wulandari
Share
Merayakan hari kemerdekaan bukan lagi menjadi hal yang baru di Indonesia
SHARE

Beritaislam.com – Negara Indonesia telah dijajah kurang lebih selama 350 tahun lamanya dan dengan semangat perjuangan pahlawan, akhirnya Indonesia resmi merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan ini bukan hanya bentuk simbolis melainkan juga hal yang sakral.

Contents
Merayakan Hari Kemerdekaan, Bagaimana Pandangan Islam?Cara Mencintai Tanah Air Sesuai dengan Agama Islam1. Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan2. Menjaga Persatuan dan Keamanan3. Senantiasa Berbuat Baik Bagi Negeri 

Merayakan hari kemerdekaan bukan lagi menjadi hal yang baru di Indonesia sebab setiap tahunnya seluruh daerah di Indonesia mengadakan kegiatan perayaan hari kemerdekaan sebagai bentuk mengenai jasa para pahlawan yang gugur supaya tetap mengingat perjuangannya.

Bagaimana pandangan Islam mengenai perayaan hari kemerdekaan ini? Yuk simak!

Merayakan Hari Kemerdekaan, Bagaimana Pandangan Islam?

17 Agustus 1945 menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia karena berhasil merdeka dan bebas dari belenggu para penjajah. Sudah sepatutnya kita dapat bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang masih bisa kita rasakan hingga hari ini.

Sebagai umat Islam, mensyukuri nikmat pemberian dari Allah SWT bukan hanya sebuah bentuk kesadaran melainkan juga termasuk bentuk ibadah yang Allah SWT perintahkan kepada hamba-Nya.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah apa-apa yang baik yang Kami anugerahkan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 172)

Apabila merayakan hari kemerdekaan merupakan sebagai sebuah bentuk ibadah dan wujud syukur atas nikmat dan karunia dari Allah SWT, maka mencintai tanah air (hubbul wathan) merupakan anjuran langsung dari Rasulullah SAW.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW sangat mencintai tanah kelahirannya. Bahkan, ketika Rasulullah SAW hendak hijrah ke Madinah, Beliau mengungkapkan betapa berat meninggalkan tanah airnya, yaitu kota Makkah.

“Demi Allah, sesungguhnya engkau (wahai Makkah), adalah sebaik-baiknya bumi Allah dan bumi yang paling Allah cintai. Kalau bukan karena aku diusir darimu, niscaya aku tidak akan pernah keluar.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Cara Mencintai Tanah Air Sesuai dengan Agama Islam

Berikut ini cara yang dapat dilakukan dalam mencintai tanah air agar tetap sesuai dengan syariat Islam:

1. Bersyukur Atas Nikmat Kemerdekaan

Merayakan hari kemerdekaan yang kita lakukan setiap tahunnya juga termasuk dalam bentuk terima kasih kepada perjuangan para pahlawan yang telah gugur dalam perang kemerdekaan demi bangsa Indonesia.

Namun, merayakan hari kemerdekaan bukan hanya sekedar ajang mencari kesenangan belaka, melainkan lebih dari itu. Merayakan hari kemerdekaan akan bermanfaat untuk kebaikan diri, masyarakat, maupun bangsa.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin berkata:

“Syukur merupakan memanfaatkan seluruh nikmat Allah SWT sesuai dengan tujuan penciptaannya.”

2. Menjaga Persatuan dan Keamanan

Negara merupakan penopang keberlangsungan agama. Oleh karena itu, mencintai negara (tanah air) adalah bagian dari menjaga iman.

Imam Al-Ghazali berkata:

“Agama dan negara adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi, dan negara adalah penjaganya. Sesuatu tanpa penjaga akan hilang, dan sesuatu tanpa pondasi akan runtuh.”

3. Senantiasa Berbuat Baik Bagi Negeri 

Ibnu Al-Qayyim berkata:

“Nikmat terbesar setelah iman adalah aman dan merdeka. Maka cintailah negeri ini dengan amal saleh dan menjaga persatuan umat.”

Berbuat baik untuk negeri ada berbagai macam bentuknya. Cara sederhana yang dapat kita lakukan yakni dengan menjaga hukum negara, merawat lingkungan, mempererat toleransi, dan meningkatkan kualitas diri atau dengan cara lainnya.

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum merayakan hari kemerdekaan dalam pandangan Islam. Merayakan hari kemerdekaan hukumnya diperbolehkan asalkan dengan niat dan tujuan yang baik bukan untuk merugikan orang lain. 

Baca Juga: Kritik yang Baik dalam Islam, Tidak Merendahkan Martabat dan Kehormatan Orang Lain

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: cinta tanah air, hukum islam, merayakan hari kemerdekaan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Benarkah Dosa Menjadi Penghalang Doa? Ini Penjelasan dalam Islam Benarkah Dosa Menjadi Penghalang Doa? Ini Penjelasan dalam Islam
Next Article Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Sebuah Tradisi atau Sunnah? Bagaimana Pandangan Islam? Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan, Sebuah Tradisi atau Sunnah? Bagaimana Pandangan Islam?

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!

5 Min Read
Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
Info Islami

Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!

4 Min Read
Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
Hukum Islam

Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?

3 Min Read
Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?