Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - ramadhan - Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam

Hukum Islam

Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam

Lintang Suryaningrum
Last updated: 2026/02/23 at 4:13 PM
Lintang Suryaningrum
Share
Salah Perhitungan Awal Ramadhan, Siapa yang Bertanggung Jawab? Berikut Penjelasan Islam
SHARE

Beritaislam.com – Sebelum menentukan kapan awal ramadhan tiba, dilakukanlah perhitungan awal ramadhan. Penentuan ini menjadi sebuah momen penting bagi umat Islam karena berkaitan dengan awal menjalankan kewajiban berpuasa. Pada penentuan ini terkadang ada perbedaan perhitungan untuk penetapan awal puasa. 

Perbedaan ini terkadang membuat sedikit keresahan pada masyarakat, sehingga sebagian masyarakat memulai puasa lebih awal atau lebih lambat. Dalam Islam, perhitungan dilakukan dengan dua metode yaitu rukyat dan hisab. Kedua metode tersebut digunakan untuk memastikan bahwa puasa dilakukan pada waktu yang benar dan sesuai syariat.

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلاَثِينَ

Artinya: Mulailah berpuasa ketika melihat hilal (Ramadhan), dan berbukalah ketika melihat hilal (Syawal), dan jika langit mendung (dan kalian tidak dapat melihatnya), sempurnakanlah tiga puluh hari bulan Syaban. (HR. Bukhari)

Dalam hadits tersebut menjadi dasar bahwa awal puasa haruslah ditetapkan menggunakan metode yang benar dan sah. Jika dalam hal ini terjadi perbedaan atau kesalahan maka hal tersebut merupakan bagian dari ijtihad manusia. 

Penyebab Salah Perhitungan Awal Ramadhan

Faktor penyebab salahnya perhitungan awal ramadhan biasanya disebabkan adanya perbedaan metode rukyat dan hisab. Terkadang cuaca yang buruk juga menjadi penghalang proses mengamati hilal. Kemudian juga bisa disebabkan karena kesalahan data atau laporan sehingga informasi tidak valid. 

Jika terjadi kesalahan perhitungan awal ramadhan karena ketidaksengajaan maka dihukumi tidak berdosa, karena kesalahan tersebut tidak sengaja dan bahkan tetap mendapat satu pahala. 

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari)

Jika seseorang mengikuti lembaga resmi seperti pemerintahan, maka dirinya tidak menanggung dosa. Tanggung jawab berada pada pihak yang berijtihad dan puasa yang dijalaninya tetap sah secara niat. Namun jika seseorang menetapkan awal ramadhan sendiri dan terjadi kesalahan maka dirinya ikut bertanggung jawab. 

Jika seseorang mengikuti sebuah informasi dan ternyata informasi tersebut salah, namun seseorang tersebut telah berusaha untuk memastikan kebenarannya maka kesalahan tersebut akan dimaafkan oleh Allah SWT. 

Jika seseorang melakukan puasa dan kemudian setelah ramadhan selesai dirinya mengetahui bahwa puasa yang dilakukan kurang sehari, maka dirinya wajib melakukan qadha puasa. Dan jika seseorang berpuasa lebih dari satu hari seperti bertepatan pada 1 syawal, maka puasanya tidak sah tetapi tidak berdosa jika tidak tahu. 

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 286, Allah berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ 

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya….”

Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa kesalahan yang terjadi di luar kemampuan manusia maka akan mendapat ampunan dari Allah SWT.

Itulah pembahasan jika terjadi salah perhitungan awal ramadhan. Kesalahan ini bisa saja terjadi karena adanya perbedaan metode dan keterbatasan kemampuan manusia. Namun yang paling utama yaitu bagaimana niat kita, usaha kita dalam mencari kebenaran, dan menjaga persatuan umat. 

Baca Juga: Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

Penulis: Lintang Suryaningrum

TAGGED: ramadhan, Perhitungan Awal Ramadhan, Salah Perhitungan Awal Ramadhan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Allah Menyembuhkan Kita Melalui 3 Perantara Ibadah, Inilah Penjelasannya! Allah Menyembuhkan Kita Melalui 3 Perantara Ibadah, Inilah Penjelasannya!
Next Article Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam! Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!

5 Min Read
Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
Hukum Islam

Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?

3 Min Read
Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!
Hukum Islam

Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

4 Min Read
Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?