Beritaislam.com – Dalam kehidupan sosial hari ini, labelisasi moral sering terjadi begitu cepat. Media sosial membuat kesalahan seseorang tersebar luas, lalu disusul hujatan berjamaah. Padahal, Islam datang bukan untuk menormalisasi kebencian, tetapi menata sikap hati agar tetap adil dan beradab.
Islam memang tegas terhadap dosa, namun sangat hati-hati dalam memperlakukan pelakunya. Ada garis jelas antara membenci maksiat dan membenci manusia yang terjatuh ke dalamnya. Di sinilah banyak orang keliru memahami ajaran agama.
Alasan Islam Tidak Membenci Pendosa
Pertama, karena selama dia masih hidup, peluang bertaubat masih ada. Dalam Islam, pintu taubat tidak tertutup hingga nyawa sampai di tenggorokan. Allah menegaskan bahwa Dia Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang kembali dan menyesal. Maka, tidak boleh membenci pendosa.
Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ
Artinya: Sesungguhnya Allah menerima taubat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai di tenggorokan. (HR. Tirmidzi, no.3537)
Kedua, karena yang harus diubah itu perbuatan dosa yang dilakukan, bukan mematikan harga diri pelakunya. Nabi Muhammad mengajarkan untuk menasihati dengan hikmah, bukan dengan cercaan. Dosa adalah tindakan, sedangkan manusia tetap memiliki potensi untuk berubah dan membaik.
Allah SWT berfirman,
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ١٢٥
Artinya: Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
Ketiga, karena membenci pendosa bisa menjerumuskan pada dosa lain, yaitu merasa paling suci. Sikap ini berbahaya karena melahirkan kesombongan spiritual.
Jangan sampai dengan mencela dosa orang lain membuat kita menjadi meremehkan dosa sendiri. Rasulullah SAW mengingatkan,
من عير أخاه بذنب لم يمت حتى يعمله
Artinya: Barangsiapa yang mencela saudaranya karena suatu dosa, ia tidak akan mati sampai melakukan dosa tersebut”. (At-Tirmidzi).
Islam ingin umatnya menjadi penolong dalam kebaikan, bukan hakim yang gemar menjatuhkan vonis. Dengan tidak membenci pendosa, kita menjaga hati tetap lembut, sekaligus tegas terhadap dosa.
Demikianlah alasan mengapa dalam Islam tidak boleh membenci pendosa karena hendaknya kita membenci maksiat yang dilakukan dan merangkul pelakunya serta mendoakan agar ia kembali ke jalan yang benar.
Baca Juga: Dianggap Sepele, Tiga Kebiasaan yang Ternyata Dilarang dalam Islam
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
