Beritaislam.com – Kritik yang baik merupakan sebuah bentuk nasihat yang tujuannya adalah untuk kebaikan seperti memberikan sebuah masukan agar memperbaiki kesalahan, evaluasi diri, dan lain-lain. Dalam Islam, kritik itu termasuk ke dalam kategori amar ma’ruf nahi munkar yang dimana mencegah terjadinya keburukan.
Namun, tak jarang sebagian orang justru melakukan kritik hingga melebar kemana-mana seperti merendahkan kehormatan orang lain atau sampai mempermalukannya di muka umum. Kritik yang awalnya untuk perubahan kebaikan, justru menjadi bahan celaan dan hinaan terhadap sesama muslim.
Kritik yang Baik dalam Islam
Mencela dan menghina sesama saudara seimannya adalah perbuatan yang dilarang dan haram dilakukan dalam Islam. Walaupun seseorang sering kali memiliki perbedaan pendapat dalam segala hal, tetapi jangan sampai membuat sesama saudara jadi bermusuhan sehingga jika ada kesalahan kita dianjurkan memberikan kritik yang baik.
Imam As-Syafi’i pernah berkata kepada Abu Musa: “Wahai Abu Musa, bukankah kita tetap bersaudara (bersahabat) meskipun kita tidak bersepakat dalam suatu masalah?”
Pernah juga terjadi kepada sahabat Nabi SAW, Sa’ad bin Abi Waqqash ketika beliau berselisih dengan Khalid bin Walid. Kemudian, ada orang yang ikut-ikutan berkomentar dan mencela Khalid bin Walid, lalu Sa’ad berkata pada orang itu,
“Diamlah kamu, sesungguhnya permasalahan diantara kami tidak sampai pada taraf agama kami.”
Setiap manusia pernah melakukan kesalahan, dan kita sebagai saudara seiman hendaknya saling mengingatkan dan memaafkan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّۤاءِ وَالضَّرَّۤاءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang selalu berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang mengendalikan kemurkaannya, dan orang-orang yang memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan,” (QS. Ali Imran: 134)
Seorang muslim yang melakukan kesalahan hendaknya diingatkan dan dikritik dengan cara yang baik. Kritik yang baik dalam Islam yaitu tanpa menyakiti atau bahkan merendahkan kehormatan orang lain.
Bahkan bisa jadi, justru kesalah kita sebenarnya lebih banyak dari kesalahan orang yang kita kritik hanya saja Allah SWT yang menutupi semua aib kita.
Di era digitalisasi seperti sekarang ini, kritik tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi juga bisa melalui media sosial yang dimana celah untuk melakukan dosa lebih banyak. Islam hadir untuk mengajarkan adab dan tata krama yang baik yang hendaknya kita mampu untuk menerapkannya.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Itulah tadi pembahasan mengenai kritik yang baik dalam Islam. Sebagai seorang muslim yang bertakwa, hendaknya kita bisa saling mengingatkan dalam kebaikan tanpa harus melukai perasaan saudara seiman.
Perbedaan adalah hal yang wajar, namun bukan berarti hal tersebut membuat kita saling bermusuhan satu sama lainnya.
Baca Juga: Bahaya Suami Bersifat Dayyuts, Benarkah Tidak Akan Pernah Mencium Bau Surga?
Penulis: Suci Wulandari
