Beritaislam.com – Di banyak masjid, pemandangan anak-anak ditegur karena dianggap berisik masih sering terjadi. Fenomena “larangan anak ke masjid karena berisik” yang niatnya kerap dibungkus atas nama menjaga kekhusyukan ibadah.
Namun tanpa disadari, fenomena larangan anak ke masjid perlahan membentuk jarak emosional yang panjang. Masjid yang seharusnya menjadi ruang pembinaan sejak dini justru terasa asing bagi generasi penerus umat.
Dampak Larangan Anak ke Masjid Karena Berisik
Pertama, masjid menjadi terasa jauh bagi anak-anak. Ketika sejak kecil mereka dilarang, dimarahi, atau merasa tidak diterima, masjid tidak lagi dipandang sebagai ruang yang ramah.
Anak-anak pun tumbuh dengan persepsi bahwa masjid hanyalah tempat ritual ibadah semata, bukan ruang kehidupan yang hangat. Kedekatan emosional yang seharusnya terbentuk sejak dini akhirnya tidak pernah terbangun.
Kedua, masjid perlahan kehilangan peran sosialnya. Anak-anak yang beranjak remaja dan dewasa akan mencari ruang alternatif untuk menenangkan diri dan bersosialisasi.
Tidak sedikit dari mereka yang merasa lebih nyaman berada di kafe, pusat perbelanjaan, atau ruang publik lain dibandingkan masjid. Akibatnya, masjid kehilangan fungsinya sebagai tempat pulang, tempat refleksi, dan ruang aman bagi umat lintas usia.
Ketiga, dampak jangka panjangnya adalah masjid yang kian sepi dari tahun ke tahun. Regenerasi jamaah tidak berjalan alami karena ikatan emosional sudah terputus sejak masa kanak-kanak, anak-anak yang telah dewasa akan merasa asing dengan masjid.
Akibatnya, masjid hanya jadi seogak bangunan yang berdiri megah, tetapi denyut kehidupannya melemah. Kehadiran jamaah terbatas pada generasi tua dan hanya pada momen-momen tertentu tanpa kesinambungan generasi.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa menjaga kekhusyukan ibadah tidak harus mengorbankan proses pembinaan generasi.
Sejarah Islam justru menunjukkan bahwa masjid yang hidup adalah masjid yang tumbuh bersama anak-anaknya. Ketika masjid ramah sejak dini, masa depan masjid pun ikut terjaga.
Baca Juga: Masjid Kehilangan Peran Sosialnya?: Kilas Balik Fungsi Sosial Masjid Nabawi di Zaman Nabi
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
