Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Larangan Mencela Makanan - Larangan Mencela Makanan: Adab Muslim Terhadap Makanan

ArtikelKhazanahOpini

Larangan Mencela Makanan: Adab Muslim Terhadap Makanan

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/30 at 4:39 PM
Annisa Adelina
Share
Larangan Mencela Makanan: Adab Muslim Terhadap Makanan
SHARE

Beritaislam.com – Makanan sering kali dianggap perkara sepele, padahal Islam memandangnya sebagai nikmat besar yang langsung berkaitan dengan adab dan iman seorang Muslim. Dari hal sederhana seperti komentar terhadap rasa makanan, seseorang bisa terjatuh pada sikap kufur nikmat tanpa disadari. 

Contents
Larangan Mencela MakananAdab Muslim Terhadap Makanan

Di tengah budaya bebas berkomentar dan mudah mencela, Islam hadir mengajarkan sikap hati-hati dalam menjaga lisan, termasuk terhadap makanan.

Larangan Mencela Makanan

Makanan bukan sekadar pemuas selera, melainkan rezeki yang Allah titipkan. Cara kita menyikapinya mencerminkan rasa syukur atau sebaliknya.

Mencela makanan bertentangan dengan sikap syukur yang diperintahkan dalam Islam. Setiap makanan adalah pemberian Allah, baik kita menyukainya atau tidak. 

Allah menegaskan bahwa syukur adalah kunci ditambahkannya nikmat, sementara kufur nikmat mendatangkan azab. 

Allah SWT berfirman,

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ۝٧

Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras. (QS. Ibrahim: 7).

Mencela makanan sejatinya bukan hanya menyakiti perasaan orang yang memasak atau menyajikan, tetapi juga menunjukkan ketidakridhaan terhadap rezeki Allah. 

Lisan yang terbiasa mencela akan menjauhkan hati dari rasa cukup dan qana’ah, sehingga nikmat terasa selalu kurang.

Adab Muslim Terhadap Makanan

Rasulullah SAW memberikan teladan yang sangat sederhana namun dalam maknanya. Beliau tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. 

Jika tidak berselera, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dan menjadi patokan utama adab Muslim terhadap makanan.

مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ إِنْ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ

Artinya: Nabi saw tidak pernah mencela makanan sekalipun. Apabila beliau berselera (suka), beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya (tidak memakannya) (HR. Bukhari no 5409 dan Muslim no 2064)

Dari teladan ini, Islam mengajarkan bahwa tidak menyukai makanan bukanlah dosa, tetapi mencelanya adalah akhlak yang tercela. Seorang Muslim cukup diam, meninggalkan makanan tersebut dengan adab, tanpa merendahkan atau meremehkan nikmat yang Allah berikan.

Menjaga lisan saat berhadapan dengan makanan adalah bagian dari menjaga hati. Dari hal kecil inilah rasa syukur tumbuh, iman dikuatkan, dan adab seorang Muslim terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Mencoba Menipu Allah: Bentuk Hilah Modern yang Sering Dilakukan Gen Z

Editor: Annisa Adelina Sumadillah

TAGGED: Larangan Mencela Makanan, Adab Muslim Terhadap Makanan
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Mengapa Islam Mengajarkan Menundukkan Nafsu? Mengapa Islam Mengajarkan Menundukkan Nafsu?
Next Article Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11 Tenang, Semua Sudah Allah Atur: Memaknai Surat At-Taghabun Ayat 11

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?