Beritaislam.com – Ungkapan lelaki selalu salah sepertinya sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang ungkapan tersebut dipakai sebagai bahan candaan, namun banyak pula wanita yang menjadi egois dan bersembunyi di balik ungkapan tersebut.
Tindakan tersebut memang tidak dibenarkan, karena faktanya Islam menempatkan laki-laki dan perempuan secara adil. Dalam Islam, laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah. Karena sesungguhnya tidak ada yang membuat berbeda diantara keduanya kecuali ketakwaannya, seperti firman Allah dalam QS. Al- Hujurat: 13
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْ
Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Kemudian, Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti.
Mengapa Lelaki Selalu Salah?
Terdapat faktor yang menyebabkan lelaki selalu salah di dalam masyarakat yaitu:
1. Lelaki Memiliki Tanggung Jawab Lebih Besar
Lelaki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dibanding perempuan. Tanggung jawab atas dirinya sendiri dan juga keluarganya. Hal ini disebabkan karena laki-laki memiliki peran sebagai pemimpin untuk keluarganya.
اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُۗ وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا
Artinya: Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. An-Nisa’: 34)
Laki-laki memiliki tanggung jawab utama sebagai pencari nafkah, dirinya juga bertanggung jawab untuk melindungi keluarganya. Ketika sudah berumah tangga, laki-laki memiliki tanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya, serta harus bijak dan tegas sebagai menjadi pemimpin rumah tangga. Itulah kenapa dianggap lelaki selalu salah
2. Lelaki Dituntut Untuk Dewasa
Islam menuntut lebih pada laki-laki untuk lebih matang secara emosional dan juga spiritual. Lelaki bertugas untuk membimbing istri dan anak-anaknya, sehingga dibutuhkan kematangan emosional dan spiritual. Seperti sabda Rasulullah dalam hadits At-Tirmidzi No. 3895
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي وَإِذَا مَاتَ صَاحِبُكُمْ فَدَعُوهُ
Artinya: Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada istrinya, dan aku adalah yang terbaik di antara kalian kepada istriku, dan jika sahabat kalian meninggal, maka biarkanlah dia.
Kualitas laki-laki tidak diatur dari rupa dan hartanya, melainkan dari caranya bersikap pada keluarganya dan bagaimana dia mengatur emosi nya serta keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT.
3. Budaya Sosial
Dalam lingkungan masyarakat, seorang lelaki merupakan sosok pemimpin rumah tangga yang sering disebut sebagai kepala rumah tangga. Sehingga ketika terdapat masalah ekonomi keluarga, seorang suami akan disalahkan. Jika terdapat sebuah keretakan rumah tangga, seorang suami akan disorot dan ditanyakan tentang kepemimpinannya.
Hal seperti itu tidak tercantum dalam ajaran Islam, melainkan berdasarkan pengaruh budaya di lingkungan masyarakat yang telah melekat. Lelaki selalu salah jika tidak bisa mengatur rumah tangga nya.
4. Kesalah yang Lebih Terlihat
Kesalahan laki-laki mudah terlihat, sehingga mendapat julukan lelaki selalu salah. Namun kesalahan laki-laki memang berdampak besar pada keluarganya. Jika laki-laki abai atau lali dalam mencari nafkah, maka akan sangat berpengaruh dalam ekonomi keluarga karena mencari nafkah merupakan kewajiban suami.
Laki-laki perlu menjaga perilaku dan lisannya agar tidak berbuat kasar baik verbal maupun fisik. Perhatian seorang lelaki sangat dibutuhkan oleh istri dan anaknya.
Itulah pembahasan mengenai pertanyaan “kenapa lelaki selalu salah?”. Islam sangat menekankan keadilan, sehingga tidak ada alasan bagi seseorang untuk menyalahkan hanya karena statusnya adalah seorang laki-laki.
Baca Juga: Saudara Sepersusuan dalam Islam: Larangan yang Harus Dihindari
Penulis: Lintang Suryaningrum
