Beritaislam.com – Di tengah kondisi ekonomi yang serba tidak pasti, banyak orang mulai sadar pentingnya mengatur manajemen uang. Namun, tidak sedikit yang keliru memahami konsep hemat hingga jatuh pada sikap menahan uang atau mengeluarkan uang secara berlebihan.
Manajemen Uang dalam Islam
Dalam Islam, manajemen uang bukan sekadar soal menekan pengeluaran, tetapi tentang bagaimana harta ditempatkan secara benar, adil, dan membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain.
Manajemen uang dalam Islam menekankan prinsip keseimbangan. Uang tidak boleh digunakan untuk hal yang sia-sia, penuh maksiat, konsumtif, dan boros.
Allah SWT dengan tegas berfirman dalam surah Al-Isra ayat 27,
اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا ٢٧
Artinya: “Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada”.
Ayat ini menunjukkan bahwa membelanjakan harta tanpa manfaat dan tanpa kendali adalah perbuatan yang dibenci dalam Islam.
Namun, manajemen uang dalam Islam juga tidak membenarkan sikap menahan harta secara berlebihan hingga melahirkan sifat kikir.
Hemat yang dibenci dalam Islam adalah ketika seseorang enggan mengeluarkan hartanya untuk kebaikan, terutama dalam sedekah.
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا ٢٩
Artinya: “Janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (kikir) dan jangan (pula) engkau mengulurkannya secara berlebihan sebab nanti engkau menjadi tercela lagi menyesal”. (QS. Al- Isra: 29)
Ayat ini menegaskan larangan bersikap terlalu pelit maupun terlalu boros. Selain itu, dalam Islam juga sangat menganjurkan sedekah sebagai bentuk pembersih harta.
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ٢٦١
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti (orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 261).
Dengan demikian, manajemen uang dalam Islam bukan berarti menahan semua uang agar tidak keluar, dan bukan pula membelanjakannya secara membabi buta.
Islam mengajarkan untuk menempatkan uang dengan cara yang bijak, tidak boros, tidak pelit, serta menggunakannya untuk hal yang halal, bermanfaat, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Jadi itulah manajemen uang yang seimbang dan diridhai dalam Islam.
Baca Juga: Wanita Friendly Dalam Pandangan Islam: Apa Bahayanya?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
