Beritaislam.com – Di era media sosial, mengkritik orang lain terasa begitu mudah. Kesalahan kecil cepat dibesarkan, kekurangan orang lain jadi bahan diskusi, sementara doa justru jarang dilantunkan.
Padahal dalam Islam, mendoakan sesama memiliki kedudukan yang sangat mulia. Doa bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga cermin kebersihan hati seorang muslim terhadap saudaranya.
Manfaat Mendoakan Sesama Dalam Islam
Pertama, malaikat akan mendoakan kebaikan yang sama bagi orang yang mendoakan sesamanya.
Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ
Artinya, “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu,” (HR Muslim: 4094).
Hadis ini menunjukkan bahwa doa yang tulus untuk orang lain sebenarnya kembali menjadi kebaikan bagi diri sendiri. Saat lisan memilih doa daripada kritik, kebaikan berlipat justru sedang dipersiapkan.
Kedua, mendoakan sesama dapat mempererat ikatan persaudaraan sesama muslim. Islam menempatkan hubungan antarsesama muslim di atas rasa ego dan permusuhan.
Allah berfirman bahwa orang-orang beriman itu bersaudara,
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ ١٠
Artinya: Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati. (QS. Al-Hujurat: 10).
Doa membuat hati lebih lembut, mengikis dengki, dan menumbuhkan empati. Saat saling mendoakan maka hati akan terasa lebih damai.
Ketiga, mendoakan sesama memperkuat rasa syukur sekaligus meningkatkan kebahagiaan. Ketika seseorang mendoakan orang lain, ia belajar melihat nikmat Allah dengan jernih dan berhenti sibuk menghitung kekurangan manusia.
Allah menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur, nikmatnya akan ditambah. Allah SWT berfirman,
وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.” (QS. Ibrahmin: 7).
Hati yang bersyukur cenderung lebih tenang dan bahagia, karena tidak dipenuhi energi negatif dari kebiasaan mengkritik.
Mengkritik mungkin terasa melegakan sesaat, tetapi mendoakan memberi ketenangan yang lebih dalam. Sebab doa bukan hanya mengubah keadaan orang lain, melainkan juga memperbaiki hati orang yang memanjatkannya.
Demikianlah manfaat mendoakan sesama, yang jauh lebih membahagiakan ketimbang saling mengkritik yang menimbulkan perpecahan.
Baca Juga: Self Reward Bernilai Ibadah, Emang Bisa?
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
