Beritaislam.com – Di tengah hidup yang semakin bising, tidak semua kelelahan bisa disembuhkan dengan tidur atau hiburan. Ada lelah yang hanya ingin diam, menarik napas panjang, lalu merasa aman tanpa harus menjelaskan apa pun.
Dalam tradisi Islam, masjid seharusnya menjadi tempat pertama yang dituju saat hati sedang rapuh. Namun bagi sebagian umat hari ini, masjid justru terasa jauh ketika sedang paling membutuhkan ketenangan.
Cara Menjadikan Masjid Sebagai Tempat Nyaman untuk Umat
Pertama, menghadirkan masjid sebagai ruang yang terbuka, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara rasa. Masjid yang hanya dibuka menjelang salat dan segera dikunci kembali tanpa memberi ruang bagi jamaah untuk berdiam, secara tidak langsung menghilangkan fungsinya sebagai tempat singgah batin.
Ketika pintu masjid terbuka lebih lama, umat memiliki kesempatan untuk datang bukan hanya membawa sajadah, tetapi juga membawa kegelisahan hidupnya.
Kedua, menumbuhkan suasana yang aman tanpa rasa diawasi berlebihan. Pengamanan memang penting, tetapi cara menjaga masjid akan sangat memengaruhi kenyamanan umat.
Ketika seseorang merasa dicurigai hanya karena duduk lama atau terlihat termenung, masjid kehilangan perannya sebagai tempat menenangkan diri. Rasa aman lahir bukan hanya dari CCTV dan kunci, tetapi dari sikap saling percaya dan empati.
Ketiga, mengembalikan wajah masjid sebagai tempat yang memanusiakan manusia. Masjid di zaman Nabi bukan sekadar ruang salat, tetapi tempat orang-orang datang dengan segala kondisi hatinya.
Ada yang datang untuk mengadu, ada yang datang untuk menenangkan diri, ada pula yang sekadar ingin berada di dekat Allah tanpa gangguan. Ketika masjid hari ini mampu menerima umat apa adanya, tanpa menghakimi, tanpa tergesa mengusir di situlah masjid kembali menjadi tempat pulang.
Masjid yang nyaman bukan berarti kehilangan kesakralannya. Justru dari rasa nyaman itulah kesucian menemukan maknanya, karena umat datang bukan karena kewajiban semata, tetapi karena kebutuhan hati.
Baca Juga: Dari Olahraga hingga Edukasi: MAJT Semarang Hidupkan Kembali Fungsi Masjid ala Zaman Nabi
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
