Beritaislam.com – Hujan sering disebut sebagai rahmat dalam Islam. Namun di sisi lain, hujan juga kerap hadir bersama banjir, longsor, dan berbagai bencana yang merugikan manusia.
Dari sinilah muncul pertanyaan, jika hujan adalah rahmat, mengapa ia kadang membawa kesulitan? Islam memandang hujan tidak sesederhana yang tampak di permukaan.
Hujan Sebagai Rahmat
Dalam Al-Qur’an, hujan berkali-kali disebut sebagai bentuk kasih sayang Allah. Ia menjadi sebab kehidupan, menghidupkan tanah yang mati, dan menjaga keberlangsungan alam. Allah SWT berfirman,
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf: 9).
Allah juga berfirman,
ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﻨَﺰِّﻝُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺚَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِ ﻣَﺎ ﻗَﻨَﻄُﻮﺍ ﻭَﻳَﻨْﺸُﺮُ ﺭَﺣْﻤَﺘَﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻮَﻟِﻲُّ ﺍﻟْﺤَﻤِﻴﺪُ
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28).
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk memandang hujan sebagai kebaikan.
Dalam sebuah hadis, ketika hujan turun, beliau berdoa, “Allahumma shayyiban naafi’an” (Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat).
Doa ini menunjukkan bahwa hujan pada dasarnya adalah rahmat, namun manusia tetap diajarkan untuk berharap manfaat yang melekat padanya.
Hujan Sebagai Rahmat dan Pengingat Manusia
Rahmat dalam Islam juga bisa berupa pengajaran dan pengingat. Ketika hujan berubah menjadi bencana seperti banjir atau tanah longsor, Islam mengajak manusia untuk bermuhasabah. Bencana bukan semata kesalahan hujan, melainkan sering kali akibat kelalaian manusia dalam menjaga bumi.
Kerusakan lingkungan, penggundulan hutan, dan abainya manusia terhadap alam membuat hujan yang seharusnya membawa manfaat justru menjadi ujian.
Dari sinilah rahmat hadir dalam bentuk peringatan. Ia mengajarkan manusia untuk kembali menjaga amanah sebagai khalifah di bumi, menanam pohon, merawat lingkungan, dan hidup lebih selaras dengan alam.
Dengan seorang muslim hendaknya menyikapi hujan, baik saat ia menenangkan maupun saat ia mengingatkan.
Baca Juga: Kenapa Tiba-tiba Hujan Sih!: Ucapan Sepele yang Dilarang Islam
Editor: Annisa Adelina Sumadillah
