Beritaislam.com – Dewasa ini, banyak muslim yang menggunakan kalimat masya Allah hanya sebatas kalimat penangkal agar terhindar dari penyakit ain, tanpa benar-benar tahu makna dibalik kalimat ini dan kenapa kalimat ini harus diucapkan saat melihat nikmat dan kebaikan yang didapatkan orang.
Perintah untuk mengucapkan masya Allah saat melihat nikmat atau kebaikan yang didapatkan orang, terdapat dalam Al-Quran surah Al-Kahfi ayat 39.
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ إِنْ تَرَنِ أَنَا أَقَلَّ مِنْكَ مَالًا وَوَلَدًا
Artinya: “Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “masyaAllah, laa quwwata illaa billah”. Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan”.
Lantas seperti apa makna yang terkandung di dalam kalimat Masya Allah, selain menjadi tameng agar terhindar dari ain?
Memaknai Kata Masya Allah, Bukan Hanya Sekedar Tameng
Jauh-jauh hari, Rasulullah SAW sudah mengingatkan mengenai penyakit ain yang dapat mendahului takdir. Rasulullah SAW bersabda,
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
Artinya: “Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar).
Bahayanya penyakit ain membuat orang merasa takut sehingga menggunakan kalimat Masya Allah. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa kalimat Masya Allah dapat digunakan untuk melindungi seseorang dari kejahatan ain?
Kalimat masyaAllah sendiri merupakan kalimat yang berarti segala yang Allah kehendaki pasti terjadi. Kalimat ini bukan hanya sekedar kalimat tameng, tapi saat seorang muslim mengucapkannya, maka terdapat beberapa poin yang kadang luput dari perhatian kita.
Pertama, kalimat ini mengajarkan bahwa apa pun yang terjadi pada manusia semua tidak terlepas dari apa yang Allah kehendaki, baik berupa kebaikan, keindahan, keburukan bahkan apa pun itu.
Saat melihat orang ganteng, kita mengucapkan masya Allah, bukan hanya bertujuan untuk melindungi orang tersebut dari ain, tapi juga jadi pengingat kita bahwa wajah ganteng yang dimiliki orang itu, bukanlah sepenuhnya milik dia, melainkan itu semua miliki Allah SWT dan manusia hanya dipinjamkan atau dititipkan.
Allah SWT berfirman,
وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُّحِيْطًاࣖ ١٢٦
Artinya: Hanya milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. An-Nisa: 126).
Lalu, jika soal nikmat dunia seperti kekayaan, kekuasaan, keturunan bukannya itu bisa didapatkan dengan usaha manusia, bahkan banyak orang non muslim yang mendapatkannya? Yap, memang manusia bisa mendapatkan semua itu jika dia berusaha, tapi usahanya dapat berbuah semua juga kembali kepada kehendak Allah SWT. Allah SWT berfirman,
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ ١١
Artinya: Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar-Rad: 11).
Kedua, mengajarkan manusia agar tidak sombong. Kalimat MasyaAllah yang berarti apa yang Allah kehendaki maka akan terjadi. Yang artinya, sekali pun kamu sudah berusaha 100 persen, tapi jika Allah SWT tidak menghendaki kebaikan itu datang untukmu, maka kebaikan itu tidak akan menjadi milikmu. Begitu pun sebaliknya.
Dari kalimat ini, Allah mengingatkan kita bahwa kita hanyalah makhluk kecil dari semesta yang luas, sehingga tidak pantas di dalam hatinya terdapat kesombongan. Sifat sombong sangat dibenci Allah, sebagaimana yang Allah sampaikan dalam Al-Quran surah Luqman ayat 18,
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ ١٨
Artinya: Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.
Ketiga, mengajarkan manusia untuk tidak merasa hasad dengan nikmat yang Allah berikan pada orang lain, karena semua nikmat dan kebaikan itu datangnya dari Allah SWT. Jika kita merasa iri atau malah tidak suka, maka sama saja seperti kita tidak ridho pada apa yang sudah Allah SWT takdirkan pada orang lain.
Dengan mengucapkan kalimat ini, maka kita dapat membentengi hati dari perasaan semacam ini.
Jadi, demikian makna dibalik kata masya Allah yang tidak hanya sekedar tameng untuk terlindung dari ain, tapi juga dapat menjadi pengingat dan juga rasa syukur kita pada nikmat yang Allah SWT berikan pada diri kita maupun orang lain.
Baca Juga: “Harus Pakai Masya Allah Biar Gak Kena Ain”: Benarkah?
Penulis: Annisa Adelina Sumadillah.
