Beritaislam.com – Saat ini kita hidup di era yang serba cepat. Semua orang terobsesi untuk membuat banyak pencapaian dalam hidupnya agar terlihat hebat dan keren di mata orang lain. Kadang ketika sudah berusaha mencapai sesuatu justru malah dipatahkan dengan realita dan inilah yang membuat kita tidak bisa mencintai proses perjalanan hidup.
Mencintai proses perjalanan hidup memang bukan suatu hal yang mudah. Bagi sebagian orang, perasaan cinta ini bisa tumbuh karena adanya trauma maupun pembelajaran yang pernah dialami atau di masa lalu. Namun sebagian orang yang lain justru tidak mempercayai adanya proses perjalanan hidup karena dianggap terlalu rumit.
Cara Mencintai Proses Perjalanan Hidup
Karena rasa keinginan kita yang tinggi untuk cepat dan berhasil dalam segala hal, seringkali kita tidak mempercayai yang namanya proses. Terkadang yang kita pikirkan hanyalah hasilnya, kecepatan untuk mendapatkannya supaya terlihat seperti yang lainnya.
Padahal proses adalah sebuah bagian dari kita belajar untuk mencintai perjalanan hidup. Segala sesuatu yang indah dan bernilai pasti membutuhkan yang namanya proses panjang dilalui agar bisa sampai. Membutuhkan waktu dan juga tahapan yang tidak mudah.
Tidak semua hal yang cepat itu selalu baik. Faktanya, Allah SWT sebenarnya juga bisa menciptakan alam semesta dan segala isinya ini dalam sekali jadi. Namun, Allah SWT memilih untuk melakukan penciptaan tersebut dengan sebuah proses.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۚ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ
Artinya: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia berkuasa atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hadid: 4)
Allah SWT menciptakan langit dan bumi dalam waktu enam hari yang dimulai pada hari ahad dan berakhir pada hari jumat. Padahal sudah kita ketahui jika Allah SWT itu Maha Kuasa dan Maha Segalanya.
Allah SWT bisa menciptakan langit dan bumi hanya dalam satu malam. Tetapi Allah SWT menciptakan dunia dalam proses yang lebih panjang. Penciptaan yang panjang inilah menunjukkan jika ada aturan bertahap dalam penciptaan dan ketenangan dalam urusan.
Dua nilai tersebutlah yang seharusnya kita pahami dan juga kita lakukan. Namun kita seringkali hanya memikirkan hasil tanpa mencintai proses perjalanan hidup tersebut. Padahal, proses dapat membentuk kita lebih hebat karena tantangan, kerja keras, dan keikhlasan.
Selain kita tidak mengenal tahapan proses kita juga seringkali melupakan mengenai ketenangan dalam urusan. Semua harus sesuai dengan timeline, padahal Allah SWT yang lebih memahami timeline tepatnya.
Dalam Qur’an Surat Al-Hadid Ayat 4 tersebut Allah SWT menegaskan di kalimat terakhir “Dia bersama kamu dimanapun kamu berada.” Jadi pada intinya, kita tidak akan pernah berjalan sendiri. Allah SWT selalu ada dalam membantu setiap proses kita.
Allah SWT akan senantiasa bersama kita saat kita di awal akan niat berproses atau saat kita telah mencapai hasil yang hebat dari proses tersebut. Ketika semua orang hanya memandang hasil pencapaian, tetapi Allah SWT selalu ada di setiap proses kita.
Itulah tadi pembahasan mengenai cara mencintai proses perjalanan hidup sesuai dengan Surat Al-Hadid Ayat 4. Pada dasarnya, setiap proses tidak bisa di hindari begitu saja. Mencintai proses perjalanan hidup akan membuat kita lebih menghargai setiap pencapain dari diri sendiri.
Lakukan setiap proses perjalanan dengan ikhlas. Libatkan Allah SWT dalam setiap prosesmu sehingga Allah SWT akan selalu meridhai setiap langkah perjuanganmu. Teruslah bergerak dan berusaha maju, usahakan semuanya dan serahkan segala hasilnya pada Allah SWT.
Baca Juga: Mengejar Akhirat Dunia Dapat! Inilah Kunci dan Rahasia Menaklukan Keduanya!
Penulis: Suci Wulandari
