Beritaislam.com – Nafsu adalah bagian dari diri manusia yang tidak bisa dihilangkan. Ia hadir sebagai dorongan, keinginan, dan kecenderungan terhadap hal-hal yang menyenangkan.
Namun Islam tidak membiarkan nafsu berjalan tanpa kendali. Justru sebaliknya, Islam mengajarkan umatnya untuk menundukkan nafsu agar kehidupan manusia tidak dikuasai oleh keinginan sesaat yang berujung pada penyesalan.
Alasan Islam Mengajarkan Menundukkan Nafsu
Menundukkan nafsu bukan berarti mematikan rasa, tetapi menempatkannya di bawah kendali iman dan akal. Dalam Al-Quran, Allah mengingatkan bahwa nafsu yang tidak dikendalikan dapat menjadi sumber kebinasaan, baik di dunia maupun di akhirat.
أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ ۚ إِنْ هُمْ إِلَّا كَٱلْأَنْعَٰمِ ۖ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلًا
Artinya: Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu). (QS. Al-Furqan: 43-44).
Berikut beberapa alasan Islam mengajarkan menundukan pandangan,
Pertama, karena nafsu dapat membuat manusia melakukan kerusakan dan kebinasaan. Allah mengingatkan dalam Al-Quran surah Al-Furqon bahwa mengikuti hawa nafsu akan menyesatkan manusia dari jalan yang benar.
Apabila nafsu yang dijadikan pemimpin hidup akan melahirkan kerusakan, baik dalam diri pribadi maupun dalam tatanan masyarakat.
Kedua, karena nafsu merupakan jalan yang paling banyak menyeret manusia ke dalam neraka.
Rasulullah SAW bersabda bahwa surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai hawa nafsu, sedangkan neraka dikelilingi oleh perkara-perkara yang diinginkan hawa nafsu.
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
Artinya: surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat. (HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa menuruti nafsu memang terasa mudah dan menyenangkan, tetapi sering kali berujung pada kebinasaan akhirat.
Ketiga, karena nafsu yang dibiarkan bebas dapat mengikis bahkan menghilangkan keimanan seorang muslim.
Ketika nafsu ditaati tanpa batas, ketaatan kepada Allah perlahan tergeser. Iman menjadi lemah, dosa terasa biasa, dan kebenaran pun dikalahkan oleh keinginan pribadi.
Islam mengajarkan menundukkan nafsu agar manusia tetap berada di jalan keselamatan. Dengan mengendalikan nafsu, seorang muslim menjaga imannya, melindungi dirinya dari kerusakan, dan menapaki jalan menuju ridha Allah.
Baca Juga:
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.
