Berita Islam Terkini
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Donasi
Berita Islam TerkiniBerita Islam Terkini
Aa
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Cari Berita
  • Beranda
  • Info Islami
  • Hukum Islam
  • Tokoh
  • Keutamaan
  • Khazanah
  • Hikmah
Follow US

Home - Tips Melawan Bisikan Setan - Meninggalkan Kebaikan Karena Takut Riya: Tips Melawan Bisikan Setan

ArtikelKhazanahOpini

Meninggalkan Kebaikan Karena Takut Riya: Tips Melawan Bisikan Setan

Annisa Adelina
Last updated: 2026/01/14 at 11:43 AM
Annisa Adelina
Share
Meninggalkan Kebaikan Karena Takut Riya: Tips Melawan Bisikan Setan
SHARE

Beritaislam.com – Ketika seseorang meninggalkan kebaikan karena takut dianggap riya oleh manusia, maka ini bentuk halus dari riya. Pada titik ini, niat tidak lagi murni tertuju kepada Allah, melainkan teralihkan pada penilaian manusia. Kebaikan akhirnya ditinggalkan, bukan karena Allah melarangnya, tetapi karena rasa takut terhadap pandangan sesama.

Sebab ukuran amal dalam Islam adalah niat, bukan komentar atau asumsi manusia. Ketika manusia dijadikan pusat pertimbangan, di situlah setan mulai masuk dan melemahkan amal. Padahal niat merupakan pondasi dari setiap amal.

Rasulullah SAW bersabda, 

إنَّمَا الأعمَال بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُولِهِ فهِجْرَتُهُ إلى اللهِ ورَسُوْلِهِ ومَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُها أو امرأةٍ يَنْكِحُهَا فهِجْرَتُهُ إلى ما هَاجَرَ إليهِ

Artinya: ” Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya mencari karena dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju .” (HR. Bukhari).

Tips Melawan Bisikan Setan Melawan Was-was Riya

Pertama, melawan bisikan setan dengan melakukan kebalikannya. Ulama besar Ibrahim an-Nakha’iy rahimahullah pernah menasihati, 

“Apabila setan datang kepadamu dan kamu sedang shalat, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya kamu sedang berbuat riya’, maka panjangkanlah shalatmu.” 

Maksudnya, jangan menghentikan amal hanya karena bisikan itu. Jika setan membisikkan agar berhenti mengaji, bersedekah, atau berbuat baik karena takut dianggap pamer, maka tetaplah lakukan kebaikan tersebut sambil meluruskan niat kepada Allah.

Bahkan jika kebaikan itu ingin diposting agar orang lain terinspirasi, maka tetaplah posting dan jangan ragu. Selagi kamu tahu niat dihatimu, maka tak perlu dengarkan bisikan setan.

Kedua, mengucapkan ta’awudz ketika bisikan itu muncul. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, bahwa apabila datang godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah, karena Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. 

Mengucapkan a’udzubillahi minasy-syaithanir rajim adalah bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan membutuhkan perlindungan Allah dari bisikan yang menyesatkan.

Ketiga, memperbanyak dzikir dan memohon perlindungan Allah. Dzikir membuat hati lebih tenang dan fokus kepada Allah, bukan kepada penilaian manusia. 

Dengan hati yang terjaga, bisikan setan akan melemah, dan kebaikan dapat terus dilakukan dengan niat yang diperbaiki dari waktu ke waktu.

Allah SWT berfirman, 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَۚ ۝٤٥

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan pasukan (musuh), maka berteguh hatilah dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal : 45) 

Jadi, keikhlasan bukan berarti berhenti berbuat baik, tetapi terus meluruskan niat sambil tetap melangkah di jalan kebaikan.

Baca Juga: Mengelola Overthinking Menurut Perspektif Islam agar Hati Lebih Tenang dan Pikiran Lebih Jernih

Editor: Annisa Adelina Sumadillah

TAGGED: Tips Melawan Bisikan Setan, Meninggalkan Kebaikan Karena Takut Riya
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Tidak Dihargai Orang Lain, Apakah Tanda Bahwa Diri Kurang Baik? Inilah Menurut Pandangan Islam! Tidak Dihargai Orang Lain, Apakah Tanda Bahwa Diri Kurang Baik? Inilah Menurut Pandangan Islam!
Next Article Nikah Biar Gak Zina: Akibatnya yang Jarang Dibicarakan Nikah Biar Gak Zina: Akibatnya yang Jarang Dibicarakan

Recent Posts

  • Hukum Menelan Dahak Saat Puasa Ramadhan, Apakah Membatalkan Puasanya? Inilah Pandangan Islam!
  • Kerja Keras Tanpa Henti, Namun Hati Malah Terasa Hampa dan Kosong? Inilah Penjelasannya!
  • Menikah Saat Bulan Ramadhan: Boleh atau Tidak dalam Hukum Islam?
  • Puasa Ramadhan Tanpa Sahur, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? Apakah Puasanya Tetap Sah?
  • Fenomena Mokel Saat Puasa Ramadhan Tanpa Uzur Syar’i, Inilah Pandangan Islam!

Recent Comments

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

You Might Also Like

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya
ArtikelHukum Islam

Viral Tarawih Secepat Kilat, Apakah Sah dalam Islam? Berikut Penjelasannya

6 Min Read
Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya
ArtikelInfo Islami

Ingin Hidup Sehat Saat Puasa Seperti Rasulullah? Berikut Tips dan Teladannya

4 Min Read
Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam
ArtikelInfo Islami

Adakah Batas Waktu Gosok Gigi Saat Puasa? Penjelasan Menurut Islam

3 Min Read
Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 
Artikel

Melakukan Santet Saat Ramadhan, Apakah Masih Bekerja? 

4 Min Read

Merentangkan Sayap Islam: Menyajikan Berita Terkini dari Berbagai Penjuru

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?